Menu

Mode Gelap
Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak ABK Jatuh di Perairan Trisakti Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Berakhir

Kab. Banjar · 18 Feb 2026 21:47 WIB

Atasi Banjir di Alalak Padang, Pemkab Banjar dan PT SSM Bahas Opsi Relokasi Warga


 Koordinator Humas PT SSM, Fajrin (kanan) saat diwawancara awak media. Foto: Haris Pranata Perbesar

Koordinator Humas PT SSM, Fajrin (kanan) saat diwawancara awak media. Foto: Haris Pranata

Martapura, Ricek.IDPemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar memperkuat sinergi dengan PT Sentosa Swadaya Mineral (SSM) untuk menyusun strategi penanggulangan banjir jangka menengah dan panjang. Fokus utama kolaborasi ini tertuju pada penanganan pascabanjir di Desa Alalak Padang, Kecamatan Cintapuri Darussalam.

Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, Yudi Andrea, mengungkapkan bahwa audiensi ini bertujuan mempertegas komitmen perusahaan dalam berkontribusi menyelesaikan persoalan lingkungan di wilayah operasionalnya.

“Pemerintah daerah dan perusahaan harus satu visi untuk menyelesaikan permasalahan pascabanjir, khususnya di Desa Alalak Padang,” ujar Yudi usai pertemuan di Aula Mini Barakat, Martapura, Rabu (18/2/2026).

Salah satu poin krusial dalam pertemuan tersebut adalah rencana relokasi warga Desa Alalak Padang. Yudi menyebut, berdasarkan hasil audiensi, warga menyatakan kesediaannya untuk dipindahkan oleh pihak perusahaan jika hal tersebut menjadi solusi akhir.

“Awalnya kami khawatir akan ada penolakan jika pilihan terakhirnya adalah relokasi. Ternyata hari ini ada pernyataan bahwa warga siap. Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk langkah selanjutnya,” tambah Yudi.

Di sisi lain, Koordinator Humas PT SSM, Fajrin, menyatakan pihaknya siap mengikuti arahan pemerintah daerah terkait solusi jangka pendek maupun panjang. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program penanganan banjir berjalan efektif.

“Intinya adalah kolaborasi bersama, baik dengan pemerintah daerah maupun pusat,” kata Fajrin.

Menanggapi tudingan bahwa aktivitas perusahaan turut menyumbang terjadinya banjir di wilayah tersebut, Fajrin meminta semua pihak untuk bersikap objektif. Menurutnya, penilaian tidak boleh didasarkan pada asumsi semata.

“Terkait tudingan itu, perlu ada kajian teknis yang mendalam dan detail dari pihak pemerintah maupun ahli. Semua harus berdasarkan data objektif, bukan sekadar asumsi,” tegasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

BPS Banjar Butuh 559 Petugas untuk Sensus Ekonomi 2026, Rekrutmen Segera Dibuka

7 Mei 2026 - 14:57 WIB

Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

6 Mei 2026 - 14:20 WIB

Distan Banjar Wajibkan Pengukuran Lahan Baru Pakai Sistem Poligon

5 Mei 2026 - 21:25 WIB

Dukung Smart City, Pemkab Banjar Ikut Selesaikan Masalah Tematik Banjarbakula

5 Mei 2026 - 21:18 WIB

Momentum Hardiknas, Bupati Banjar Ajak Hidupkan Kembali Semangat Pendidikan Nasional

4 Mei 2026 - 20:08 WIB

Kebakaran Landa Guntung Ujung, BPBD Banjar Salurkan Bantuan Logistik

1 Mei 2026 - 22:17 WIB

Trending di DAERAH