Banjarmasin, Ricek.ID – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelaksanaan Salat Isya dan Tarawih berjamaah sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin, Jumat (6/3/2026).
Dalam sambutannya, Hasnuryadi mengungkapkan rasa syukur karena masyarakat dapat berkumpul dalam suasana bulan suci Ramadan untuk memperingati turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
“Alhamdulillah kita semua dikumpulkan di sini dalam nikmat kesehatan, nikmat silaturahmi, dan nikmat kesempatan untuk bersama-sama memperingati Nuzulul Qur’an di Masjid Raya Sabilal Muhtadin yang kita cintai ini,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Hasnuryadi juga menyampaikan salam dari Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, yang pada waktu bersamaan tengah melaksanakan Safari Ramadan di Banjarbaru. Ia menjelaskan bahwa dirinya ditugaskan untuk hadir bersama masyarakat dalam peringatan Nuzulul Qur’an tersebut.
Menurutnya, Gubernur Muhidin selalu mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk terus bekerja bersama, merangkul semua pihak, serta mengabdikan diri bagi kemajuan Banua Kalimantan Selatan.
Selain itu, momentum Ramadan juga diharapkan dapat dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, terutama dengan memperbanyak membaca Al-Qur’an.
“Beliau selalu mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan untuk meningkatkan ibadah kita, terutama membaca Al-Qur’an. Bahkan beliau secara istiqamah melaksanakan tadarus Al-Qur’an setiap malam di rumah beliau,” katanya.
Hasnuryadi menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya dibaca sebagai bagian dari ibadah, tetapi juga harus dijadikan pedoman hidup yang menuntun manusia menuju keselamatan di dunia maupun akhirat.
Ia juga mengingatkan bahwa Kalimantan Selatan sejak lama dikenal sebagai daerah religius yang melahirkan banyak ulama besar, di antaranya Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dan Muhammad Zaini bin Abdul Ghani, serta para ulama lainnya yang hingga kini terus membimbing masyarakat.
“Kita patut bersyukur karena Banua Kalimantan Selatan diberkahi dengan para alim ulama yang menjadi panutan dan pemersatu umat,” pungkasnya.

