Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

DAERAH · 21 Apr 2026 12:46 WIB

Wagub Kalsel Tekankan Sinergi dan Pengawasan untuk Perkuat Tata Kelola Pembangunan


 Wagub Kalsel Tekankan Sinergi dan Pengawasan untuk Perkuat Tata Kelola Pembangunan Perbesar

Ricek.ID- Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Seminar Nasional bertema “Sinergi BPK dan Pemangku Kepentingan untuk Membangun Banua” yang dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Wilayah IKA PMII Kalimantan Selatan periode 2025–2030 di Banjarmasin, Senin (20/4/2026).

Menurut Hasnuryadi, sinergi yang kuat tidak hanya diperlukan dalam pelaksanaan pembangunan, tetapi juga dalam aspek pengawasan. Ia menegaskan bahwa pengawasan bukanlah ancaman bagi pemerintah, melainkan instrumen penting untuk meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

“Sinergi dalam pengawasan justru membuat pemerintahan bekerja lebih baik, lebih akuntabel, dan lebih dipercaya oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebutkan, berbagai lembaga negara seperti Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi, Ombudsman Republik Indonesia hingga lembaga independen lainnya memiliki peran strategis dalam mengawal jalannya pemerintahan sesuai kewenangan masing-masing.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sipil. Organisasi seperti PMII dan IKA PMII dinilai memiliki potensi besar dalam memperkuat fungsi pengawasan melalui kekuatan sosial yang dimiliki.

“Dengan kekuatan sosial kapital, organisasi kemasyarakatan dapat turut serta mengawasi jalannya pemerintahan dan pembangunan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasnuryadi mengungkapkan bahwa pada tahun pertama pelaksanaan RPJMD 2025–2029, Provinsi Kalimantan Selatan berhasil mencatatkan capaian pembangunan yang positif. Sejumlah indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), angka kemiskinan, pengangguran, hingga gini rasio menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional.

Meski demikian, ia menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk terus menjaga dan meningkatkan capaian tersebut melalui kebijakan yang lebih inklusif dan tepat sasaran.

“Sinergi antara perumusan kebijakan, pelaksanaan pembangunan, fungsi pengawasan, serta partisipasi masyarakat sangat penting agar program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa pengawasan yang kuat dan sinergi yang tulus, capaian pembangunan berpotensi hanya menjadi angka tanpa dampak nyata bagi masyarakat.

Hasnuryadi pun berharap agar seminar nasional tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret dan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh pihak.

“Seminar ini akan bermakna jika hasilnya benar-benar diimplementasikan, baik oleh pemerintah, lembaga negara, maupun masyarakat sipil secara bersama-sama,” pungkasnya. (MCKalsel)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Sejumlah Pejabat Polres Tanah Laut Berganti, Kapolres Tekankan Loyalitas dan Soliditas

12 September 2026 - 13:32 WIB

Peserta SESPIMTI Polri Gali Penanganan Karhutla di Tanah Laut

12 September 2026 - 11:58 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Trending di ADVERTORIAL