Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

EKOBIS · 13 Apr 2026 17:19 WIB

Harga Plastik Naik Distributor Diimbau Tidak Berlebihan


 Harga Plastik Naik Distributor Diimbau Tidak Berlebihan Perbesar

RICEK.ID- Kenaikan harga plastik di pasaran mendorong imbauan kepada distributor agar tidak menaikkan harga secara berlebihan, sekaligus mengajak masyarakat mulai mengurangi penggunaan plastik.

Pelaksana Tugas Kepala DKUMPP Kabupaten Banjar, Linda Yuniati, mengatakan stok plastik saat ini masih dalam kondisi aman, namun harga di tingkat pasar mengalami kenaikan signifikan.

“Berdasarkan informasi dari Kementerian Perindustrian, pasokan plastik sebenarnya aman. Namun, situasi geopolitik saat ini memicu reaksi distributor sehingga harga di pasaran ikut merangkak naik,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengintervensi harga di tingkat distributor karena mengikuti mekanisme pasar. Karena itu, pendekatan persuasif menjadi langkah yang ditempuh.

“Kami mengimbau distributor agar tidak menaikkan harga secara berlebihan. Selain itu, kami mendorong masyarakat untuk mulai mengurangi ketergantungan pada penggunaan plastik,” tambahnya.

Kondisi ini dinilai sebagai momentum untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih ramah lingkungan. Sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan di antaranya membawa tumbler, menggunakan tas belanja berbahan kain, serta membawa wadah pakai ulang saat berbelanja.

“Jika konsumsi plastik berkurang, otomatis permintaan turun dan secara teori dapat menekan harga di pasaran,” jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap memprioritaskan pengendalian harga bahan pokok penting agar tetap stabil.

“Fokus utama kami adalah pengendalian bahan pokok penting. Untuk plastik, langkah kami saat ini lebih kepada imbauan dan edukasi berkelanjutan,” tegasnya.

Pelaku UMKM juga didorong mulai beradaptasi dengan kemasan alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan, guna menekan biaya produksi di tengah fluktuasi harga plastik.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jelang Nataru 2027, Diskoperindag Kotabaru Gelar Pasar Murah di Limbur Raya

5 November 2026 - 11:10 WIB

Menko Perekonomian Pastikan Fundamental Ekonomi Indonesia Terjaga & Masih Kuat

3 November 2026 - 19:23 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Istana Ingatkan Imbas Keputusan MSCI, BI Terus Fokus Jaga Stabilitas Rupiah

30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Menko Perekonomian Dukung Kemajuan Warung Kelontong

29 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Trending di EKOBIS