Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

Banjarbaru · 20 Apr 2026 10:36 WIB

Banjarbaru Ibu Kota Baru DPRD Kritik RDTR Tak Kunjung Rampung


 Foto: Ilustrasi Ai Perbesar

Foto: Ilustrasi Ai

Ricek.ID- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru menyoroti belum rampungnya Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk sejak Banjarbaru ditetapkan sebagai ibu kota provinsi.

Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, menegaskan bahwa capaian pembangunan yang positif harus diimbangi dengan kesiapan perencanaan tata ruang yang matang agar tidak menimbulkan persoalan di masa depan.

“IPM kita tertinggi, pertumbuhan ekonomi juga tinggi. Namun di balik itu ada beberapa catatan yang menjadi pengingat bagi kita,” ujarnya usai Sidang Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Minggu (19/04/2026).

Menurut Emi, dalam kurun waktu sekitar empat tahun sejak penetapan sebagai ibu kota provinsi, Banjarbaru mengalami lonjakan jumlah penduduk yang cukup signifikan. Setiap tahun, jumlah penduduk bertambah hampir 7.000 jiwa.

Kondisi tersebut, kata dia, harus diimbangi dengan kesiapan daya dukung kota, baik dari sisi infrastruktur maupun perencanaan tata ruang yang terarah.

“Setiap tahun jumlah penduduk terus bertambah. Ini tentu harus diimbangi dengan kesiapan daya dukung kota,” jelasnya.

Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru, Emi Lasari, usai Sidang Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, Minggu (19/04/2026).

Ia menilai, belum rampungnya RDTR menjadi persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan. Padahal, dokumen tersebut merupakan acuan utama dalam pengaturan pembangunan dan pemanfaatan ruang wilayah.

“Rencana detail tata ruang ini sangat penting sebagai dasar pembangunan. Namun hingga saat ini belum rampung, padahal RTRW sudah ditetapkan sejak 2023,” tegasnya.

Lebih lanjut, Emi juga mengingatkan bahwa dampak dari pertumbuhan penduduk mulai terlihat, salah satunya pada meningkatnya kepadatan lalu lintas di sejumlah titik di Banjarbaru.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah daerah agar mulai merancang pembangunan jalan alternatif sebagai bagian dari solusi jangka panjang.

“Kepadatan lalu lintas sudah mulai terlihat, sehingga perlu dipikirkan pembangunan jalan alternatif sebagai bagian dari perencanaan ke depan,” tambahnya.

Ia berharap berbagai catatan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sebagai bahan evaluasi pada momentum Hari Jadi ke-27 Kota Banjarbaru, sehingga pembangunan dapat berjalan lebih terarah, terencana, dan berkelanjutan.

 

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Wali Kota Banjarbaru Lepas Kontingen Jambore Nasional Pramuka XII 2026

10 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Wali Kota Banjarbaru Serahkan Bonus Bagi Juara & Kafilah di MTQN XXXVII Provinsi Kalsel

10 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Ikuti Lomba Masak Serba Ikan, Belut-Alpukat Antarkan Banjarbaru Raih Juara

8 Agustus 2026 - 18:28 WIB

HUT ke-81 RI di Banjarbaru Dimeriahkan Festival Seni

8 Agustus 2026 - 16:25 WIB

SBK Sasirangan Menjadi Merek Sasirangan Pertama dengan Sertifikat Halal

7 Agustus 2026 - 15:30 WIB

SBK Sasirangan Juarai Kompetisi Inovasi Ramah Lingkungan

7 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Trending di Banjarbaru