Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

NASIONAL · 21 Apr 2026 21:41 WIB

Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi


 Peran Strategis Perempuan sebagai Garda Terdepan Antikorupsi Perbesar

Ricek.ID- Peringatan Hari Kartini menjadi momentum strategis untuk menegaskan kembali peran perempuan dalam memperkuat integritas dan transparansi di berbagai lini kehidupan. Komisi Pemberantasan Korupsi menilai nilai-nilai perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia.

Perempuan dinilai memiliki posisi kunci sebagai agen perubahan, baik di lingkungan keluarga, pendidikan, maupun dunia kerja. Nilai kejujuran, keberanian, dan kepedulian sosial yang ditanamkan sejak dini menjadi fondasi penting dalam mencegah praktik korupsi.

Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati Iskak, menegaskan bahwa integritas harus dimulai dari diri sendiri dan dijaga secara konsisten dalam berbagai situasi.

“Integritas pemimpin akan tercermin dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya. Tantangan menjaga integritas tidak hanya di tempat kerja, tetapi juga di kehidupan sehari-hari,” ujarnya di Jakarta, Selasa (21/4).

Ia menambahkan, konsistensi antara nilai, ucapan, dan tindakan menjadi kunci utama dalam menjaga integritas, termasuk di lingkungan keluarga dan sosial.

Senada, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, Dian Novianti, menekankan bahwa integritas merupakan komitmen yang harus dijalankan setiap saat.

“Integritas adalah melakukan hal yang benar, bahkan ketika tidak ada yang melihat,” tegasnya.

Pandangan tersebut juga diperkuat oleh Widi Mulia yang menyebut bahwa semangat Kartini tetap hidup dalam sosok perempuan masa kini yang berani berkontribusi sekaligus menolak praktik korupsi.

“Menjadi Kartini bukan soal kesempurnaan, tapi keberanian menjaga integritas dalam setiap peran,” ujarnya.

KPK menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan hanya tugas lembaga penegak hukum, melainkan gerakan bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dalam konteks ini, perempuan memiliki peran strategis melalui pendidikan, keteladanan, dan advokasi.

Momentum Hari Kartini diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun masyarakat berintegritas masih terus berjalan. Melalui kolaborasi lintas sektor, peran perempuan diyakini mampu memperkuat upaya mewujudkan Indonesia yang lebih adil, transparan, dan bebas dari korupsi.

Sumber: KPK

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok & Distribusi Pertalite Nasional Aman

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

KSP Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa & Pendapat Publik, Sebutkan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik

13 Juni 2026 - 18:04 WIB

Perketat Jalur Merak-Bakauheni, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

12 Juni 2026 - 18:40 WIB

Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Ditahan, KPK Sebut Kerugian Negara Sebesar Rp622 Miliar

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Gelontorkan Rp5 Triliun, Kementan Dorong Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Papua

12 Juni 2026 - 18:27 WIB

KEM-PPKF RAPBN Tahun 2027 Disepakati, Defisit Anggaran Dijaga di Bawah Batas Aman

12 Juni 2026 - 18:21 WIB

Trending di EKOBIS