Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

NASIONAL · 22 Apr 2026 20:18 WIB

Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengawasan Program Makan Bergizi Diperketat


 Ribuan SPPG Disetop Sementara, Pengawasan Program Makan Bergizi Diperketat Perbesar

Ricek.ID- Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperketat pemerintah guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga. Hingga kini, sekitar 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara karena belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menegaskan pengawasan program tidak dilakukan melalui pembentukan tim baru, melainkan memaksimalkan struktur internal yang sudah ada.

“Pengawasan ini bukan tim khusus, karena secara organik sudah berjalan di dalam BGN. Ada wakil yang menangani investigasi, komunikasi publik, hingga deputi pemantauan yang mengawasi seluruh SPPG,” ujar Dadan, Selasa (21/4).

Menurutnya, pengawasan juga diperkuat melalui inspektorat guna menangani persoalan teknis di lapangan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas program sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pengetatan standar, BGN mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) maupun Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“SPPG yang tidak memiliki IPAL atau belum terdaftar SLHS kita hentikan sementara. Bahkan yang sudah mendaftar tapi belum terbit sertifikat dalam satu bulan juga kami hentikan sementara,” tegasnya.

Dari total sekitar 26.800 SPPG di seluruh Indonesia, saat ini terdapat sekitar 1.780 unit yang dihentikan sementara. Namun, jumlah tersebut bersifat dinamis dan dapat berubah seiring proses perbaikan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menekankan bahwa Program MBG bukan sekadar pemberian makanan, melainkan bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Program ini menargetkan sekitar 82,9 juta anak sebagai penerima manfaat, sebuah skala yang disebutnya tidak mudah dicapai dalam waktu singkat.

“Program ini sangat besar. Kita tidak ingin ada masalah, karena menyangkut anak-anak kita. Tapi proses perbaikan terus dilakukan,” ujarnya.

Zulkifli juga menegaskan bahwa penutupan sementara ribuan SPPG merupakan bentuk tindakan tegas pemerintah dalam menjaga standar layanan.

“Penutupan 1.780 SPPG itu langkah paling keras agar kualitas tetap terjaga,” tegasnya.

Pemerintah turut mengimbau sekolah untuk aktif melaporkan jika menemukan layanan yang tidak sesuai standar, baik melalui SPPG maupun fasilitas pengaduan resmi.

Langkah penguatan pengawasan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah memastikan Program MBG berjalan optimal, aman, dan benar-benar memberikan manfaat bagi generasi muda Indonesia.

Sumber: BGN

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok & Tevi, Bareskrim Polri Amankan Enam Tersangka

10 September 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

9 September 2026 - 20:26 WIB

Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar

9 September 2026 - 20:23 WIB

Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU

9 September 2026 - 20:20 WIB

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan melalui Penyediaan Rekening bagi Masyarakat

8 September 2026 - 19:37 WIB

Bareskrim Polri Moratorium Perkara yang Berkaitan Konflik Agraria

8 September 2026 - 19:34 WIB

Trending di NASIONAL