Menu

Mode Gelap
KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan

NASIONAL · 28 Jul 2026 17:00 WIB

Intensifkan Gerakan Pangan Murah, Kemendagri Upayakan Pengendalian Inflasi Harga


 Intensifkan Gerakan Pangan Murah, Kemendagri Upayakan Pengendalian Inflasi Harga Perbesar

Ricek.ID – Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta Perum Bulog bersama pemerintah daerah (Pemda) memperkuat langkah stabilisasi harga beras, dan minyak goreng secara masif.

Hal itu disampaikan Tomsi, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Pembahasan Kelancaran Distribusi Bahan Bakar Minyak serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Senin (27/7/2026).

Menurut Tomsi, GPM dinilai mendesak untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan nasional.

Berdasarkan data minggu keempat Juli 2026, tekanan kenaikan harga beras dan minyak goreng telah meluas serta memerlukan perhatian serius, masing-masing tercatat di 152 dan 109 kabupaten/kota.

Selain komoditas beras dan minyak goreng, Tomsi turut menyoroti tingginya disparitas harga bawang putih dari tingkat distributor hingga pengecer.

Kondisi tersebut mengindikasikan pentingnya pengawasan rantai distribusi secara lebih ketat oleh kementerian, lembaga, dan Pemda agar margin harga tetap berada dalam batas wajar.

“Kita lakukan Gerakan Pangan Murah yang masif seperti yang dulu lagi. Dalam proses distribusinya ini juga perlu kita pahami bersama untuk kita bisa menjaga kelayakan harga bawang putih tersebut,” ujar Tomsi.

Merespons arahan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya telah merencanakan GPM, yang difokuskan pada komoditas beras dan akan digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada awal Agustus 2026.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok & Tevi, Bareskrim Polri Amankan Enam Tersangka

10 September 2026 - 20:25 WIB

Prabowo Janjikan Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX

9 September 2026 - 20:26 WIB

Kirim 1.021 Atlet ke Asian Games 2026, Indonesia Target Pertahankan Peringkat Tiga Besar

9 September 2026 - 20:23 WIB

Hingga September 2026, Pertamina Salurkan Biodiesel B50 ke 6.050 SPBU

9 September 2026 - 20:20 WIB

Pemerintah Perkuat Inklusi Keuangan melalui Penyediaan Rekening bagi Masyarakat

8 September 2026 - 19:37 WIB

Bareskrim Polri Moratorium Perkara yang Berkaitan Konflik Agraria

8 September 2026 - 19:34 WIB

Trending di NASIONAL