Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

DAERAH · 29 Apr 2026 16:05 WIB

Kelangkaan Solar Ancam Produksi Pertanian di Desa Penggalaman


 Kelangkaan Solar Ancam Produksi Pertanian di Desa Penggalaman Perbesar

Ricek.ID- Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sejak akhir 2025 berdampak pada aktivitas pertanian di Desa Penggalaman, Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar. Kondisi ini berpotensi mengganggu jadwal tanam hingga memicu risiko gagal panen.

Sejumlah petani setempat mengaku kesulitan memperoleh solar untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian (alsintan) berbasis diesel. Kenaikan harga Dexlite juga dinilai semakin membebani biaya operasional.

“Kelangkaan solar ini sudah terjadi sejak akhir 2025. Sekarang ditambah harga Dexlite naik, sehingga kami kesulitan mendapatkan bahan bakar. Jika tidak ada solar, kami tidak bisa bekerja,” ujar Taufiqurahman dan Rizky, petani setempat, Rabu (29/4/2026).

Menurut mereka, keterlambatan pengolahan lahan akibat keterbatasan bahan bakar berdampak pada mundurnya masa tanam.

“Kami mengalami kerugian waktu. Sebagian besar petani di sini menggunakan mesin untuk efisiensi. Jika kondisi ini berlanjut, aktivitas pertanian bisa terhenti,” ujarnya.

Pembakal Desa Penggalaman, Nur Ipansyah, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut persoalan utama yang dihadapi warga adalah keterbatasan ketersediaan solar di lapangan.

“Kami tidak mempermasalahkan kenaikan harga, tetapi yang menjadi kendala adalah ketersediaan barang. Di tingkat eceran pun sulit didapat,” katanya.

Pemerintah desa, lanjutnya, telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan untuk mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Ia menambahkan, bantuan alat dan mesin pertanian yang telah disalurkan pemerintah saat ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan bahan bakar.

“Kami berharap ada langkah penanganan agar distribusi solar kembali lancar sehingga aktivitas pertanian dapat berjalan normal,” ujarnya.

Hingga saat ini, para petani di Desa Penggalaman masih menunggu solusi dari pihak terkait untuk memastikan ketersediaan BBM demi mendukung keberlanjutan produksi pertanian di wilayah tersebut.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Hujan Deras & Angin Kencang Tumbangkan Pohon Trembesi di Sungai Ulin, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

6 November 2026 - 18:56 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

DKP3 Kota Banjarbaru Bekali Poklahsar Teknik Olahan Ikan Bernilai Tinggi

5 November 2026 - 18:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL