Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

Kalimantan Selatan · 29 Apr 2026 19:29 WIB

Hadapi Ancaman Banjir & Karhutla, BPBD Kalsel Perkuat Sinergi Relawan


 Hadapi Ancaman Banjir & Karhutla, BPBD Kalsel Perkuat Sinergi Relawan Perbesar

Ricek.ID – Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Ronny Eka Saputra membuka kegiatan Desk Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di Kampung Putra Buluh, Kabupaten Banjar pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kalsel.

Ronny menegaskan Kalsel masih menghadapi ancaman serius, terutama banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti pengalaman banjir besar tahun 2021 dan potensi kejadian serupa pada periode 2025/2026.

Selain itu, berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena El Nino berpotensi memperpanjang musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko karhutla di wilayah tersebut.

“Risiko bencana di daerah kita adalah ancaman nyata yang membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Dua potensi utama yang harus kita tanggulangi bersama adalah banjir dan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ronny menjelaskan kegiatan Desk Relawan tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki tiga agenda utama, yakni memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antar lembaga relawan, meningkatkan pemahaman terhadap SOP peringatan dini, serta melakukan pendataan profil sumber daya manusia dan peralatan kebencanaan.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi saat terjadi bencana.

Lebih lanjut, Ronny menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana, di mana kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang.

Secara global, setiap satu rupiah yang diinvestasikan dalam mitigasi dapat menghemat hingga empat sampai tujuh rupiah dalam biaya penanganan darurat dan pemulihan.

“Kita harus melihat kesiapsiagaan sebagai investasi. Dengan memperkuat relawan dan sistem peringatan dini, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat,” tegas Ronny.

Kegiatan ini juga mengusung tema nasional HKB 2026, yakni “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana,” yang mana BPBD Kalsel mengajak seluruh pemangku kepentingan dan relawan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana di daerah.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Sampaikan Duka atas KM Virgo Transport 8

13 September 2026 - 17:51 WIB

Tinjau Lahan Kahutla, Wagub Kalsel Turun Langsung Lakukan Pemadaman

12 September 2026 - 14:48 WIB

Wapres Minta Kepala Daerah Aktif Turun ke Lapangan Tangani Karhutla

11 September 2026 - 04:40 WIB

Wapres RI Tekankan Perlindungan Anak dari Dampak Asap Karhutla

11 September 2026 - 04:38 WIB

Wapres Gibran Minta Maksimalkan Modifikasi Cuaca Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 04:36 WIB

Karhutla Kepung Kalsel, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Kesehatan

11 September 2026 - 04:33 WIB

Trending di ADVERTORIAL