Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

Kalimantan Selatan · 29 Apr 2026 19:29 WIB

Hadapi Ancaman Banjir & Karhutla, BPBD Kalsel Perkuat Sinergi Relawan


 Hadapi Ancaman Banjir & Karhutla, BPBD Kalsel Perkuat Sinergi Relawan Perbesar

Ricek.ID – Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Ronny Eka Saputra membuka kegiatan Desk Relawan Penanggulangan Bencana dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di Kampung Putra Buluh, Kabupaten Banjar pada Selasa (28/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Kalsel.

Ronny menegaskan Kalsel masih menghadapi ancaman serius, terutama banjir dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seperti pengalaman banjir besar tahun 2021 dan potensi kejadian serupa pada periode 2025/2026.

Selain itu, berdasarkan informasi dari BMKG, fenomena El Nino berpotensi memperpanjang musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko karhutla di wilayah tersebut.

“Risiko bencana di daerah kita adalah ancaman nyata yang membutuhkan kesiapsiagaan berkelanjutan. Dua potensi utama yang harus kita tanggulangi bersama adalah banjir dan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Ronny menjelaskan kegiatan Desk Relawan tidak sekadar seremoni, melainkan memiliki tiga agenda utama, yakni memperkuat silaturahmi dan konsolidasi antar lembaga relawan, meningkatkan pemahaman terhadap SOP peringatan dini, serta melakukan pendataan profil sumber daya manusia dan peralatan kebencanaan.

Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan respons cepat dan terkoordinasi saat terjadi bencana.

Lebih lanjut, Ronny menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penanggulangan bencana, di mana kegiatan mitigasi dan kesiapsiagaan bukanlah biaya, melainkan investasi jangka panjang.

Secara global, setiap satu rupiah yang diinvestasikan dalam mitigasi dapat menghemat hingga empat sampai tujuh rupiah dalam biaya penanganan darurat dan pemulihan.

“Kita harus melihat kesiapsiagaan sebagai investasi. Dengan memperkuat relawan dan sistem peringatan dini, kita tidak hanya menghemat anggaran, tetapi juga menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat,” tegas Ronny.

Kegiatan ini juga mengusung tema nasional HKB 2026, yakni “Siap Untuk Selamat” dengan subtema “Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana,” yang mana BPBD Kalsel mengajak seluruh pemangku kepentingan dan relawan untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi potensi bencana di daerah.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dekatkan Pelayanan Bagi Masyarakat Nelayan, Dislautkan Kalsel Hadirkan Gerai Perizinan Kapal Perikanan

13 Juni 2026 - 18:20 WIB

Dislautkan Serahkan Bantuan Perahu Bermotor Gubernur Kalsel

13 Juni 2026 - 18:16 WIB

Dorong Pengembangan Haruan Estate, Pemprov Kalsel Serahkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus

13 Juni 2026 - 17:49 WIB

Dinilai Perkuat Kemampuan & Solidaritas Relawan Damkar, Pemprov Kalsel Apresiasi Buser Cup 690

13 Juni 2026 - 15:05 WIB

Matangkan Kerjasama dengan PSSN, Diskominfo Kalsel Gelar Rapat Daring Bahas Draft PKS

12 Juni 2026 - 18:32 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Trending di DAERAH