Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

EKOBIS · 19 Mei 2026 20:15 WIB

Geopolitik Global Masih Panas, Mendagri Minta Pemda Waspada Dampak Ekonomi


 Geopolitik Global Masih Panas, Mendagri Minta Pemda Waspada Dampak Ekonomi Perbesar

Ricek.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah (pemda) untuk mewaspadai dampak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi, dan harga di daerah dan terus melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Hal ini disampaikan mantan Kapolri ini melalui keterangan resmi, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2026 yang dirangkaikan dengan pembahasan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Pengawasan Obat dan Makanan di Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Mendagri Tito mengapresiasi capaian positif inflasi nasional pada April 2026 yang berhasil dijaga pada level 2,42 persen secara tahunan (year on year).

“Kita masih bersyukur bahwa inflasi year on year masih di angka 2,42 persen di bulan April, namun bulan Mei ini kita harus mengamati betul perkembangan dari dampak terutama kenaikan harga minyak dan juga kurs mata uang,” katanya.

Mendagri Tito menyatakan capaian inflasi Indonesia saat ini masih tergolong sangat terkendali jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain, yang menghadapi tekanan inflasi ekstrem akibat gejolak ekonomi global.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan efektivitas langkah pengendalian inflasi yang selama ini dijalankan secara terkoordinasi oleh pemerintah pusat dan daerah.

“Ada negara yang sudah mencapai 612 persen, bayangkan semua harga barang dan jasa naik 6 kali lipat, sementara kita di angka 2,42 yang berarti inflasi terkendali,” ujar Tito.

Mendagri juga memaparkan sektor transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan tertinggi pada periode ini. Sementara itu, kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau justru relatif stabil dan berkontribusi sebagai faktor penyeimbang dalam menjaga tekanan inflasi tetap terkendali.

Sebagai langkah antisipatif, Mendagri meminta pemda, terutama wilayah dengan tingkat inflasi di atas target seperti Papua Barat dan Aceh, untuk segera menuntaskan persoalan distribusi pangan.

Hal itu khususnya terkait komoditas cabai merah yang masih menjadi salah satu faktor pemicu kenaikan harga di sejumlah daerah.

“Sekali lagi kita amati betul dampak dari kenaikan barang dan jasa di daerah masing-masing, konsekuensi dari selain hal-hal yang rutin, tapi terutama kenaikan harga minyak global serta fluktuasi kurs mata uang,” tutur Tito.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Indonesia–Mesir Perluas Kerja Sama Pendidikan, dari Al-Azhar hingga Riset Bersama

11 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Indonesia–Mesir Tegaskan Dukungan bagi Palestina & Dorong Deeskalasi di Timur Tengah

11 Oktober 2026 - 20:59 WIB

Penonton MotoGP Mandalika 2026 Tembus Rekor Baru, Menpora Soroti Dampak Ekonomi Bagi Daerah

11 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Mario Aji & Veda Pratama, Perjuangan Indonesian Heroes Menuju Panggung Dunia

11 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Tiket Sold Out, MotoGP Mandalika Jadi Magnet Wisata Olahraga

10 Oktober 2026 - 20:36 WIB

Percepatan Pembangunan 100 Kampung Nelayan, Presiden Prabowo Targetkan Beroperasi Akhir 2026

10 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Trending di NASIONAL