Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

KESEHATAN · 2 Jun 2026 19:31 WIB

Hanya 10 Persen yang Tersentuh Skrining, Menkes Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis


 Hanya 10 Persen yang Tersentuh Skrining, Menkes Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis Perbesar

Ricek.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soroti besarnya kesenjangan penanganan penyakit hati kronis di Indonesia dibandingkan target global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama dalam aspek deteksi dini dan akses pengobatan.

WHO menetapkan target 90 persen penderita Hepatitis ditemukan melalui skrining, serta 80 persen di antaranya mendapatkan tata laksana medis yang memadai. Namun, capaian Indonesia saat ini masih jauh dari harapan.

Menkes dalam dialog kesehatan Solid Habit Strong Liver di Jakarta pada Selasa (2/6/2026) menyampaikan, angka skrining di Indonesia baru mencapai sekitar 10 persen, sementara akses pengobatan berada pada kisaran 1 hingga 5 persen.

“Gap-nya masih sangat besar,” ujarnya.

Budi Gunadi Sadikin menekankan, kondisi tersebut menjadi tantangan serius mengingat estimasi jumlah penduduk yang terpapar hepatitis di Indonesia mencapai sekitar 70 juta jiwa. Rendahnya angka klaim kesehatan juga menunjukkan masih banyak kasus yang belum teridentifikasi dalam sistem layanan kesehatan nasional.

Pemerintah saat ini memperkuat strategi promotif dan preventif yang dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan pendekatan kuratif.

Sejumlah langkah telah dan sedang dijalankan, antara lain imunisasi Hepatitis B vaccination bagi tenaga kesehatan sejak 2023, serta profilaksis ibu hamil sejak 2024 melalui pemberian antivirus Tenofovir (TDF) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Selain itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperluas pada 2025 untuk memperluas cakupan skrining nasional.

“Pada 2026, pemerintah menargetkan skrining menjangkau hingga 136 juta penduduk, mencakup pemeriksaan HBsAg serta deteksi dini fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis tes darah,” ungkapnya.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kebijakan pelabelan gizi (nutritional labeling) guna mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sebagai faktor risiko penyakit hati berbasis metabolik.

Secara global, penyakit hati kronis telah menyerang lebih dari 300 juta orang di dunia dengan angka kematian mencapai sekitar 2 juta jiwa per tahun, atau hampir empat kematian setiap menit.

Menkes menegaskan pentingnya deteksi dini karena penyakit hati berkembang secara bertahap, mulai dari peradangan, fibrosis, sirosis, hingga kanker hati. Percepatan skrining dinilai menjadi kunci untuk menghentikan progres penyakit sejak tahap awal.

“Dengan mempercepat deteksi dan pencegahan, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup masyarakat yang saat ini rata-rata sekitar 74 tahun,” ujar Budi.

Untuk itu, Menkes berharap penguatan strategi promotif dan preventif ini tidak hanya mengejar target WHO, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional dalam jangka panjang.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pimpin Ratas, Presiden Prabowo Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat

2 November 2026 - 19:38 WIB

Neraca Perdagangan Indonesia September 2026 Masih Surplus USD3,36 Miliar

2 November 2026 - 19:36 WIB

Kapolri Dorong Penelusuran Aset Kejahatan Digital

2 November 2026 - 19:34 WIB

Dugaan Pelanggaran Kehutanan, Menhut Segel Tumpukan Kayu, Dua Truk & Ekskavator

2 November 2026 - 19:32 WIB

Penanganan Kasus Karhutla, Bareskrim Polri Tetapkan 245 Tersangka Perorangan & 20 Korporasi

1 November 2026 - 19:48 WIB

Kemnaker Terbitkan Permenaker BSU 2026, Ini Syarat Penerima & Besaran Bantuan Rp900 Ribu

1 November 2026 - 19:46 WIB

Trending di EKOBIS