Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

NASIONAL · 13 Jun 2026 18:04 WIB

KSP Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa & Pendapat Publik, Sebutkan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik


 KSP Angkat Bicara Terkait Unjuk Rasa & Pendapat Publik, Sebutkan Pemerintah Selalu Terbuka Terhadap Kritik Perbesar

Ricek.ID – Istana Presiden akhirnya angkat bicara mengenai maraknya kritik publik atas kebijakan pemerintah di media sosial serta kegiatan unjuk rasa yang dilakukan elemen mahasiswa dan masyarakat sipil.

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengajak seluruh elemen bangsa untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Ia memastikan pemerintah selalu membuka ruang pendapat dan kritik.

“Kita semua dituntut untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pendapat dan kritik. Pemerintah selalu membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, termasuk kritik,” katanya dalam keterangan videonya kepada media pada Kamis (11/6/2026).

Karena itu, Dudung menilai kritik merupakan napas demokrasi yang harus membangun bukan sebaliknya. Ia meminta masyarakat untuk memahami kritik dan adu domba.

“Sebab, kritik adalah napas demokrasi yang harus membangun, bukan meruntuhkan. Jangan samakan kritik dengan provokasi, fitnah, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kita sebagai bangsa,” ujarnya.

KSP mengingatkan Indonesia lahir melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. Menurutnya, Indonesia telah melewati berbagai ujian sejarah, mulai dari pemberontakan hingga konflik sosial yang mengancam persatuan nasional.

“Bangsa ini lahir bukan dari jalan yang lapang. Indonesia tumbuh dari sejarah panjang, luka yang dalam, air mata, pengorbanan, dan darah para pendiri bangsa,” ujar purnawirawan yang pernah menjabat KSAD tersebut.

Dudung lantas menyebut berbagai peristiwa yang pernah menguji keutuhan bangsa, seperti pemberontakan PKI Madiun, DI/TII, RMS, G30S PKI, hingga berbagai gerakan separatis yang berupaya memecah belah Indonesia. Selain itu, konflik di Ambon, Poso, Sampit, Sambas, Aceh, dan sejumlah wilayah di Papua juga menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam menjaga keutuhan bangsa.

Kendati sebagai bangsa kerap menghadapi pelbagai tantangan, Dudung menegaskan Indonesia tetap berdiri kokoh karena memiliki warisan luhur berupa semboyan ‘Bhinneka Tunggal Ika’ yang mengajarkan persatuan dalam keberagaman.

Satu hal, Dudung Abdurachman menyampaikan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini terus bekerja membangun Indonesia yang lebih kuat dan adil. Dudung mengajak seluruh masyarakat mempererat persatuan dan bekerja bersama demi meraih cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Mari kita, sebagai bangsa Indonesia, merapatkan barisan dan merawat persatuan untuk menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Terakhir, Dudung pun berharap perjalanan sejarah bangsa Indonesia dapat menjadi bahan refleksi dan introspeksi bersama untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.

“Akhirnya, rangkaian sejarah Indonesia sampai dengan saat ini hendaknya dapat dijadikan tonggak refleksi dan introspeksi untuk mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat,” tukasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok & Distribusi Pertalite Nasional Aman

13 Juni 2026 - 18:08 WIB

Perketat Jalur Merak-Bakauheni, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

12 Juni 2026 - 18:40 WIB

Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Ditahan, KPK Sebut Kerugian Negara Sebesar Rp622 Miliar

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Gelontorkan Rp5 Triliun, Kementan Dorong Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Papua

12 Juni 2026 - 18:27 WIB

KEM-PPKF RAPBN Tahun 2027 Disepakati, Defisit Anggaran Dijaga di Bawah Batas Aman

12 Juni 2026 - 18:21 WIB

Menkes Dorong Industri Kesehatan Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

12 Juni 2026 - 09:12 WIB

Trending di NASIONAL