Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

DAERAH · 15 Jun 2026 20:08 WIB

Melalui Peran Penyuluh Agama, Pemprov Kalsel Ingin Pernikahan Dini Dapat Dicegah untuk Menekan Stunting


 Melalui Peran Penyuluh Agama, Pemprov Kalsel Ingin Pernikahan Dini Dapat Dicegah untuk Menekan Stunting Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel( menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Keagamaan dengan tema “Peran Penyuluh Agama dalam Menurunkan Angka Perkawinan Usia Anak dan Cegah Stunting” tahun 2026 pada Senin (15/6/2026).

Acara ini dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel Muhidin yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Dinansyah. Ia menegaskan perkawinan usia anak masih menjadi tantangan serius yang perlu diatasi bersama. Menurutnya, pernikahan dini berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk meningkatkan risiko terjadinya stunting.

“Saat ini perkawinan usia anak masih menjadi tantangan yang perlu kita atasi bersama. Selain berdampak pada terbatasnya akses pendidikan dan pengembangan diri anak, perkawinan dini juga berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan anak, termasuk meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dinansyah mengatakan Gubernur Kalsel menekankan bahwa upaya penanganan isu ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama para penyuluh agama yang memiliki posisi strategis di tengah masyarakat.

Para penyuluh agama diharapkan berperan aktif dalam memberikan edukasi, pemahaman, dan pembinaan kepada masyarakat tentang pentingnya membangun keluarga yang siap secara fisik, mental, maupun ekonomi.

Melalui Rakor ini, Pemprov Kalswl berharap dapat menghasilkan rekomendasi serta langkah-langkah konkret yang dapat diimplementasikan secara terpadu oleh seluruh kabupaten/kota se-Kalsel dalam menjawab tantangan sosial tersebut.

“Mari bersatu para penyuluh agama, wujudkan generasi emas di banua tercinta,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kalsel, Fahrurazi, mengatakan rapat ini bertujuan untuk menyosialisasikan bahaya pernikahan dini yang dapat memicu masalah kesehatan reproduksi dan stunting.

“Selain itu, rapat ini juga bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai gizi dan pengasuhan anak berdasarkan nilai-nilai agama dalam upaya pencegahan stunting,” tuturnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL