Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

DAERAH · 16 Jun 2026 17:29 WIB

Wamenko Pangan Ikuti Panen Cabai, Dukung Ketahanan Pangan & Kendali Inflasi


 Wamenko Pangan Ikuti Panen Cabai, Dukung Ketahanan Pangan & Kendali Inflasi Perbesar

Ricek.ID – Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq ikuti panen cabai di lahan Kelompok Tani (Poktan) Gawi Bersama, Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) pada Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut turut didampingi Bupati HSS Syafrudin Noor, Wakil Bupati HSS Suriani, jajaran Forkopimda, kepala SKPD Kabupaten HSS, serta sejumlah kepala SKPD Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Hadir di antaranya Kepala Bappeda Kalsel, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD).

Panen cabai tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) yang menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis.

Dalam rilis pada Selasa (16/6/2026), Hanif Faisol Nurofiq menegaskan cabai merupakan salah satu komoditas yang memiliki pengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan. Karena itu, kontribusi Kabupaten HSS dalam menjaga pasokan dan kestabilan harga cabai dinilai sangat penting.

“Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini,” ujarnya.

Hanif menjelaskan fluktuasi harga cabai terjadi sangat cepat sehingga memerlukan pengelolaan rantai pasok yang baik dari tingkat petani hingga pasar.

Menurutnya, informasi harga dari hilir hingga hulu harus terus dipantau agar tidak merugikan petani maupun konsumen.

“Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam. Karena itu, informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan,” katanya.

Selain persoalan pasar, Hanif juga menyoroti karakteristik tanaman cabai yang membutuhkan perawatan intensif. Tanaman ini cukup sensitif terhadap kondisi cuaca, terutama curah hujan yang tinggi, sehingga memerlukan ketelatenan dalam proses budidaya.

Desa Tawia sendiri menjadi salah satu desa yang diusulkan masuk dalam program KSPEAN. Di kawasan tersebut direncanakan pengembangan lahan pertanian cabai seluas 20 hektare. Saat ini, sekitar 5 hektare lahan telah ditanami cabai oleh Poktan Gawi Bersama.

Pengembangan kawasan cabai di Desa Tawia diharapkan dapat meningkatkan produksi pertanian daerah, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung upaya pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan cabai yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Rapat Koordinasi Karhutla Bersama Forkopimda Kalsel, Muhidin Tegaskan Optimalisasi Pemadaman Terus Dilakukan

17 September 2026 - 20:02 WIB

Wagub Kalsel Hadiri Seminar Kebangsaan & Kuliah Perdana IAI KHAS Al-Arsyadi Kandangan

16 September 2026 - 21:47 WIB

Sambangi Korban Kapal Virgo Transport 8, Gubernur Kalsel Serahkan Bantuan Uang Pribadi

16 September 2026 - 21:41 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

Disdukcapil Kalsel Monitoring Perekaman KTP-el Pemilih Pemula di SMAN 1 Banjarbaru

16 September 2026 - 20:05 WIB

Pemprov Kalsel Tegaskan Layanan Publik & Penguatan Fiskal Jadi Fokus RAPBD 2027

16 September 2026 - 20:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL