Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

ADVERTORIAL · 19 Jun 2026 19:11 WIB

Taman Budaya Kalsel Gelar Lokakarya Tari Topeng Srikandi, Jadi Upaya Revitalisasi Topeng Banjar


 Taman Budaya Kalsel Gelar Lokakarya Tari Topeng Srikandi, Jadi Upaya Revitalisasi Topeng Banjar Perbesar

Ricek.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdikbud Kalsel) melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya menggelar Lokakarya Tari Garapan Baru Topeng Srikandi sebagai upaya melestarikan seni budaya Topeng Banjar yang mulai jarang ditampilkan di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari berbagai kabupaten/kota, masyarakat umum, serta para seniman se-Kalsel.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim, melalui Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, di Banjarmasin pada Jumat (19/6/2026) menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta yang mengikuti lokakarya tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi akan dikembangkan menjadi program berkelanjutan di Taman Budaya Kalsel.

“Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar. Peserta berasal dari berbagai kabupaten/kota, baik dari kalangan masyarakat umum maupun para seniman. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut sebagai program yang difasilitasi oleh Taman Budaya,” ujarnya.

Rizal menjelaskan lokakarya tersebut bertujuan untuk menghidupkan kembali eksistensi Topeng Banjar yang kini mulai langka dan terancam punah. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal keberagaman budaya daerah, khususnya seni pertunjukan Topeng Banjar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kembali kepada masyarakat bahwa Kalimantan Selatan memiliki warisan budaya berupa Topeng Banjar yang saat ini sudah semakin jarang ditampilkan dan perlu terus dilestarikan,” katanya.

Pemerintah Provinsi Kalsel melalui UPTD Taman Budaya berkomitmen menghadirkan program pelestarian budaya secara berkesinambungan agar nilai-nilai budaya lokal tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Upaya tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap adat dan tradisi daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut sehingga budaya bertopeng semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi bagian dari warisan budaya yang harus dijaga bersama,” tambah Rizal.

Sementara itu penggagas Tari Topeng Srikandi, Lupi Anderiani, mengapresiasi penyelenggaraan lokakarya tersebut. Ia menjelaskan Tari Topeng Srikandi lahir dari kegelisahannya melihat semakin berkurangnya eksistensi tari topeng klasik Banjar di masyarakat.

Menurut Lupi, Tari Topeng Srikandi merupakan karya garapan baru yang tetap berlandaskan semangat tradisi klasik, namun dikemas lebih fleksibel sehingga dapat dipentaskan di berbagai kesempatan tanpa terikat aturan ritual adat.

“Selama ini tari topeng klasik di Kalimantan Selatan memiliki keterbatasan ruang dan waktu karena bersifat sakral dan terikat aturan adat. Karena itu saya berinisiatif menciptakan topeng garapan baru yang dapat dipentaskan di mana saja sebagai media hiburan sekaligus pelestarian budaya,” jelasnya.

Lupi menegaskan penciptaan Tari Topeng Srikandi tidak bertujuan mengubah atau mengurangi nilai sakral dari topeng klasik yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Topeng yang sakral tetap dipertahankan nilai dan fungsinya. Pengembangan dilakukan melalui karya baru tanpa mengubah pakem yang sudah ada,” tuturnya.

Lupi berharap Tari Topeng Srikandi dapat menjadi inspirasi bagi para seniman di Kalsel untuk terus melahirkan karya-karya baru yang berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, inovasi seni dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian tradisi.

“Topeng Srikandi merupakan garapan baru dengan semangat klasik. Mudah-mudahan karya ini menjadi awal dan memotivasi para seniman lainnya untuk terus menciptakan karya topeng baru sebagai bagian dari pelestarian budaya Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Lantik Pengurus IKMABAN Periode 2026/2027, Sekda Banjarmasin Dorong Pembangunan Program Produktif

21 Juni 2026 - 20:54 WIB

Turut Serta di PENAS KTNA XVII 2026, Kontingen Kalsel Perkuat Kompetensi & Adopsi Inovasi Ketahanan Pangan

21 Juni 2026 - 20:27 WIB

Melalui Karya & Riset Budaya, Akademisi & Seniman Kalsel Dorong Pelestarian Topeng Banjar

21 Juni 2026 - 20:25 WIB

Antusiasme Masyarakat Tinggi, Taman Budaya Kalsel Sukses Gelar Revitalisasi Seni Topeng Banjar

21 Juni 2026 - 20:22 WIB

Peringati 80 Tahun Bhayangkara, 53 Tim Sepak Bola Ambil Bagian dalam Kapolres Banjar Cup

20 Juni 2026 - 20:20 WIB

Suratmin Pimpin NPCI Kabupaten Banjar, Didukung Hibah Rp797 Juta

20 Juni 2026 - 19:59 WIB

Trending di ADVERTORIAL