Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

ADVERTORIAL · 21 Jun 2026 20:27 WIB

Turut Serta di PENAS KTNA XVII 2026, Kontingen Kalsel Perkuat Kompetensi & Adopsi Inovasi Ketahanan Pangan


 Turut Serta di PENAS KTNA XVII 2026, Kontingen Kalsel Perkuat Kompetensi & Adopsi Inovasi Ketahanan Pangan Perbesar

Ricek.ID – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 dibuka di Provinsi Gorontalo pada Sabtu (20/6/2026) yang diikuti sekitar 10.000 peserta dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pelaku utama dan pelaku usaha sektor pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, dan kehutanan untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta mempelajari berbagai inovasi dan teknologi terbaru.

Pembukaan PENAS dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia, Menteri Pertanian RI, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Kepala Badan Karantina Indonesia, Ketua KTNA Nasional beserta jajaran KTNA daerah, serta para kepala daerah dari berbagai provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mengirimkan sebanyak 347 orang yang terdiri atas peserta utama KTNA, pendamping, dan peninjau. Dari jumlah tersebut, sekitar 250 orang hadir dalam acara pembukaan sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia sektor pertanian dan perikanan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, di Gorontalo pada Minggu (21/6/2026) mengatakan PENAS KTNA merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting bagi nelayan dan pembudidaya ikan untuk mengikuti perkembangan teknologi dan inovasi yang terus berkembang.

“Tema PENAS tahun ini, Transformasi Teknologi dalam Mendukung Program Swasembada Pangan, sangat relevan dengan tantangan sektor perikanan saat ini. Teknologi tidak hanya membantu meningkatkan produksi, tetapi juga mampu meningkatkan efisiensi usaha, menjaga kualitas hasil perikanan, serta mendukung pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Rusdi, pemanfaatan teknologi dalam sektor perikanan dapat diterapkan mulai dari proses budidaya, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan yang lebih efisien, hingga pemasaran produk secara digital. Hal tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan di tengah perkembangan pasar yang semakin dinamis.

“Nelayan dan pembudidaya ikan perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Melalui forum seperti PENAS, mereka dapat belajar langsung dari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di daerah lain, kemudian mengadaptasinya sesuai dengan kondisi dan potensi yang dimiliki Kalimantan Selatan,” jelasnya.

Rusdi menambahkan keikutsertaan Kontingen Kalsel dalam berbagai agenda seperti Temu Profesi, Temu Wirausaha, Temu Karya, Unjuk Tangkas dan Asah Terampil, serta pameran produk unggulan merupakan kesempatan untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Banua.

“Kami berharap peserta tidak hanya menjadi pengunjung, tetapi benar-benar aktif berdiskusi, bertukar pengalaman, dan membangun kemitraan. Pengetahuan yang diperoleh selama PENAS diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat di daerah masing-masing sehingga manfaatnya semakin luas dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan pelaku usaha perikanan,” katanya.

Lebih lanjut, Rusdi menegaskan penguatan sumber daya manusia merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Dengan SDM yang adaptif terhadap teknologi dan inovasi, sektor perikanan dapat terus berkembang sebagai penyedia sumber protein berkualitas sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Melalui partisipasi aktif pada PENAS KTNA XVII Tahun 2026, Pemerintah Provinsi Kalsel berharap lahir berbagai gagasan, kerja sama, dan inovasi baru yang mampu mendukung pembangunan sektor kelautan dan perikanan yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Redam Dampak Asap Karhutla, PKK Banjarbaru Bagikan Masker Gratis

4 Oktober 2026 - 19:44 WIB

K-Gibran Kalsel Konsolidasi, Siapkan Struktur 13 DPD

4 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Tim Buru Api Marta Presisi Polres Banjar Gerak Cepat Jinakkan Titik Api di Belakang Gedung Bidlabfor

4 Oktober 2026 - 12:33 WIB

Gelar Pisah Sambut Ketua PN Martapura, Bupati Banjar Apresiasi Pengabdian Pejabat Lama

4 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Peringati Hari Batik Nasional, TK Pertiwi Ranting Ajak Anak Belajar Membatik dengan Pewarna Makanan

4 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Asah Jiwa Wirausaha & Kreativitas Murid, SMP Negeri 1 Martapura Gelar Market Day

4 Oktober 2026 - 12:25 WIB

Trending di ADVERTORIAL