Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

KESEHATAN · 22 Jun 2026 20:39 WIB

Menkes RI Dorong Investasi Kesehatan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045


 Menkes RI Dorong Investasi Kesehatan untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045 Perbesar

Ricek.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan investasi di sektor kesehatan merupakan hal yang utama bagi Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menyebut kualitas kesehatan masyarakat akan menentukan keberhasilan Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi dalam dua dekade mendatang.

Pernyataan ini disampaikan Menkes saat memberikan sambutan dalam peluncuran Lancet Regional Health – Western Pacific Commission, di Jakarta pada Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Menkes mengaku bangga karena untuk pertama kalinya komisi The Lancet di kawasan regional dipimpin oleh ilmuwan Indonesia. Ia berharap capaian tersebut menjadi langkah awal bagi peneliti Indonesia untuk memimpin komisi The Lancet di tingkat internasional.

“Saya sangat bangga karena ini adalah pertama kali saya mendengar adanya Komisi Lancet yang dipimpin oleh seorang ilmuwan Indonesia. Saya berharap, dalam masa tugas saya, kita dapat melihat komisi Lancet tingkat internasional juga dipimpin oleh peneliti Indonesia,” ujar Budi Sadikin.

Menkes menekankan kesehatan bukan sekadar isu pelayanan medis, melainkan investasi strategis yang menentukan masa depan pembangunan nasional. Target Indonesia Emas 2045 adalah menjadikan Indonesia sebagai negara berpendapatan tinggi.

Salah satu indikatornya ialah Gross National Income (GNI) per kapita yang harus melampaui USD14.000. Sementara saat ini, GNI per kapita Indonesia masih berada di kisaran USD5.000 sehingga diperlukan lompatan produktivitas nasional.

“Kesehatan sangat penting untuk mencapai ambisi Indonesia pada 2045. Indonesia Emas berarti Indonesia juga menjadi negara berpendapatan tinggi,” tambahnya.

Budi menjelaskan peluang terbesar Indonesia untuk mencapai target tersebut berada pada periode bonus demografi, ketika mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Kondisi itu diperkirakan berlangsung hingga sekitar tahun 2030–2034.

Dengan lebih dari 60 persen penduduk berada pada usia produktif, Indonesia memiliki kesempatan emas untuk meningkatkan produktivitas nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Namun, ia mengingatkan kesempatan tersebut tidak akan berlangsung selamanya. Setelah bonus demografi berakhir, jumlah penduduk lanjut usia akan semakin meningkat sehingga beban ekonomi menjadi lebih besar.

“Jika kita gagal memanfaatkan lima sampai sepuluh tahun ke depan, maka itu akan menjadi kesalahan terbesar yang kita wariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Budi menjelaskan banyak negara terjebak dalam kategori negara berpendapatan menengah (middle-income trap) karena gagal meningkatkan produktivitas sebelum memasuki era masyarakat menua. Ketika proporsi penduduk lanjut usia semakin besar, upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi jauh lebih sulit. Ia menilai Indonesia masih memiliki peluang untuk menghindari kondisi tersebut.

“Karena itu, pembangunan kesehatan harus ditempatkan sebagai investasi jangka panjang yang mampu menghasilkan sumber daya manusia sehat, produktif, dan berdaya saing,” tegasnya.

Menurut Budi, masyarakat yang sehat akan memiliki produktivitas lebih tinggi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Sebaliknya, tanpa kesehatan yang baik, bonus demografi tidak akan memberikan manfaat maksimal bagi pembangunan.

“Momentum ini tidak boleh disia-siakan. Kesehatan harus menjadi fondasi agar Indonesia mampu keluar dari middle-income trap dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perkuat Konektivitas hingga Pelosok Indonesia, Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi

23 Juni 2026 - 18:19 WIB

Pemerintah Gulirkan Stimulus Ekonomi di Semester II 2026, Mulai Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan

23 Juni 2026 - 18:14 WIB

Menpora Ungkap Nobar Piala Dunia Berdampak Positif dalam Menggerakkan Pertumbuhan Ekonomi

23 Juni 2026 - 18:10 WIB

Naik Peringkat, Indonesia Terbaik Kedua Destinasi Wisata Ramah Muslim

22 Juni 2026 - 20:30 WIB

Presiden Prabowo Sampaikan Arahan Terkait Transformasi BUMN & Optimalisasi Aset Negara

22 Juni 2026 - 20:27 WIB

Amankan DPO Jaringan Fredy Pratama, Bareskrim Polri Ungkap Peran Pengendali Keuangan Sindikat Narkotika Internasional

21 Juni 2026 - 20:42 WIB

Trending di HUKUM