Ricek.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI tekankan pentingnya penguatan dialog secara berkala guna mengidentifikasi sekaligus mengatasi berbagai keluhan yang dihadapi oleh para pengusaha asal China yang berinvestasi di Indonesia.
Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI, Santo Darmosumarto, saat memberikan keterangan resmi, seusai menghadiri Forum Media dan Wadah Pemikir China-Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (24/6/2026).
Santo menyatakan ke depan pemerintah memerlukan pendekatan yang lebih intensif dengan melibatkan berbagai instansi, tidak terbatas pada kementerian di sektor ekonomi saja.
“Ke depannya, yang perlu kita lakukan adalah engagement yang lebih sering dengan mitra bisnis asal China, tak hanya oleh kementerian terkait isu ekonomi, tetapi juga kementerian lain seperti Kemlu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons langsung terhadap surat resmi dari Kamar Dagang China di Indonesia kepada Presiden RI Prabowo Subianto pada Mei 2026.
Dalam surat itu, para investor menyampaikan kekhawatiran serius terkait perubahan kebijakan, regulasi yang dinilai terlalu ketat, penegakan hukum berlebihan, hingga indikasi tindakan korupsi dan pemerasan oleh otoritas terkait.
Sebagai bentuk tindak lanjut, perwakilan dari sejumlah kementerian bidang perekonomian dilaporkan telah menggelar pertemuan tatap muka dengan para pengusaha China guna menjaring masukan konkret mengenai kondisi bisnis terkini.
Santo mengapresiasi respons cepat tersebut, karena dinilai mampu memberikan saluran komunikasi langsung bagi para pelaku usaha.
“It’s a good thing bahwa kita melakukan dialog ini, mengingat sebenarnya yang diperlukan adalah saluran untuk menyampaikan hal tersebut,” katanya.
Santo menegaskan, keterlibatan Kemlu bertujuan memperkuat upaya bersama dalam memetakan kendala yang dirasakan investor asing.
Di sisi lain, upaya menyelaraskan persepsi juga dilakukan oleh sektor swasta nasional. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, sebelumnya sempat berkunjung ke KBRI Beijing pada Minggu (21/6/2026).
Kunjungan tersebut ditujukan untuk memberikan klarifikasi langsung mengenai kondisi riil iklim bisnis di Indonesia kepada para pengusaha setempat.
Sumber : infopublik.id









