Menu ✖

Mode Gelap
Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR

NASIONAL · 28 Jun 2026 17:56 WIB

Indonesia Memasuki Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat yang Masih Terjadi


 Indonesia Memasuki Musim Kemarau, BMKG Ungkap Penyebab Hujan Lebat yang Masih Terjadi Perbesar

Ricek.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan pada 26 Juni hingga 2 Juli 2026, hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia meskipun musim kemarau mulai meluas.

Kondisi tersebut dipicu oleh sejumlah fenomena atmosfer yang aktif secara bersamaan dan masih mendukung pembentukan awan hujan. Berdasarkan analisis BMKG pada dasarian III Juni 2026, sebanyak 37,6 persen wilayah Indonesia atau sekitar 263 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau.

Selama periode 22–24 Juni 2026, suhu udara maksimum berkisar antara 35 hingga 35,5 derajat Celsius tercatat di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara. Sementara itu, suhu maksimum tertinggi mencapai 38,6 derajat Celsius tercatat di Papua Barat.

Meski demikian, curah hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat masih terjadi di sejumlah daerah. Curah hujan tertinggi tercatat di Kalimantan Barat sebesar 149 milimeter per hari, disusul Jawa Timur 106 milimeter per hari, Kepulauan Riau 93 milimeter per hari, Sumatra Utara 92 milimeter per hari, Sumatra Barat 80 milimeter per hari, Papua Tengah 62 milimeter per hari, DKI Jakarta dan Aceh masing-masing 59 milimeter per hari, Nusa Tenggara Barat 54 milimeter per hari, serta Jambi 53 milimeter per hari.

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa dinamika atmosfer yang bekerja secara bersamaan. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprakirakan melintasi Aceh, Sumatra Utara, Riau, Sumatra Barat, Kepulauan Riau bagian selatan, Maluku bagian timur, Nusa Tenggara Timur, Papua Selatan, serta perairan Laut Banda dan Laut Arafuru.

Selain itu, gelombang Rossby Ekuatorial diprediksi aktif di Jawa Timur bagian utara, Sulawesi Selatan bagian selatan, dan Papua Selatan. Sementara gelombang Kelvin diperkirakan aktif di Sumatra Barat, Riau, Jambi, Nusa Tenggara Timur, Maluku bagian selatan, dan Papua bagian selatan.

BMKG juga memprakirakan terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Pasifik utara Papua. Kondisi ini dapat memicu perlambatan dan pertemuan angin yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat sirkulasi maupun sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.

Menurut BMKG, kombinasi berbagai fenomena atmosfer tersebut, ditambah kondisi atmosfer lokal yang masih labil, menjadi penyebab utama masih tingginya potensi hujan di sejumlah wilayah meskipun sebagian besar Indonesia mulai memasuki musim kemarau.

Disebutkan pada periode 26–28 Juni 2026, BMKG memperkirakan cuaca di Indonesia didominasi hujan ringan hingga hujan lebat. Potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berstatus siaga diprakirakan terjadi di Aceh dan Maluku. Sementara potensi angin kencang perlu diwaspadai di Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Pada periode 29 Juni–2 Juli 2026, hujan ringan hingga hujan lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah. Potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Jawa Barat, Maluku, dan Papua Selatan.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, menjaga kecukupan cairan tubuh selama musim kemarau, menghemat penggunaan air, serta menggunakan pelindung seperti topi, payung, atau tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diminta rutin memantau informasi cuaca dan peringatan dini BMKG untuk mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Presiden Prabowo Minta Kemenhaj Jaga Biaya Haji Agar Tak Memberatkan Jemaah

28 September 2026 - 21:03 WIB

Tindaklanjuti Arahan Presiden, Antrean Faktual Haji Turun Jadi 14 Tahun

28 September 2026 - 21:01 WIB

Kemenkop Berdayakan Ekonomi Umat, Gandeng BKMT Perluas Jaringan Koperasi Masjid Nasional

28 September 2026 - 20:57 WIB

Berlakukan Skema Pembiayaan Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum Siapkan Rp10 Triliun

28 September 2026 - 20:55 WIB

Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

20 September 2026 - 01:41 WIB

Jamin Stok BBM Bersubsidi, Menteri ESDM Prioritaskan Hak Subsidi kepada Rakyat yang Membutuhkan

17 September 2026 - 21:55 WIB

Trending di EKOBIS