Ricek.ID – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar menutup kegiatan Pelatihan Musik Panting bagi pemuda yang dilaksanakan di Aula Kantor Disbudporapar Kabupaten Banjar pada Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh tiga grup dari pemuda di Kabupaten Banjar. Pelatihan ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam melestarikan seni budaya daerah sekaligus mencetak regenerasi seniman muda.
Kepala Disbudporapar Kabupaten Banjar, Irwan Jaya, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi musik panting sebagai warisan budaya Banjar.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah menutup kegiatan pelatihan musik panting bagi pemuda. Pelatihan ini diikuti oleh beberapa kelompok pemuda yang memiliki minat terhadap seni musik tradisional. Mudah-mudahan dengan terbentuknya grup-grup musik panting ini, mereka dapat terus berinovasi, berkreasi, dan ikut berperan dalam melestarikan kesenian daerah,” ujarnya.

Menurut Irwan, regenerasi pelaku seni menjadi hal penting agar kesenian tradisional tidak tergerus perkembangan zaman. Karena itu, Disbudporapar terus menghadirkan berbagai program pembinaan kepemudaan dan pelestarian budaya.
“Kami memang memberikan ruang yang cukup bagi para pemuda untuk mengembangkan potensi mereka. Selain pelatihan musik panting, ada juga berbagai pelatihan lain yang bertujuan meningkatkan minat dan bakat generasi muda, baik di bidang seni maupun keterampilan lainnya,” jelasnya.
Irwan menambahkan antusiasme pemuda terhadap musik panting saat ini cukup tinggi. Hal tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan kesenian tradisional Banjar di masa mendatang.
“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kami laksanakan selama dua tahun. Ke depan, Insya Allah pelatihan ini akan terus dilanjutkan dan mungkin dikombinasikan dengan seni atau budaya lainnya agar semakin menarik bagi generasi muda,” tambahnya.
Melalui pelatihan tersebut, Disbudporapar Kabupaten Banjar berharap semakin banyak generasi muda yang mencintai, mempelajari, dan mengembangkan musik panting sebagai identitas budaya daerah.













