Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

EKOBIS · 8 Jul 2026 07:21 WIB

Indonesia Jadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perluas Akses Pasar & Kemitraan Industri


 Indonesia Jadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perluas Akses Pasar & Kemitraan Industri Perbesar

Ricek.ID – Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama dari Asia Tenggara yang dipercaya menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026, pameran industri terbesar di kawasan Eurasia yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia.

Momentum bersejarah tersebut menandai semakin kuatnya posisi Indonesia sebagai mitra strategis industri global sekaligus membuka babak baru kerja sama manufaktur dengan Rusia dan negara-negara Eurasia di tengah meningkatnya kebutuhan dunia akan rantai pasok yang lebih tangguh dan kemitraan manufaktur baru.

Kehadiran Indonesia sebagai negara mitra resmi ditandai dengan pembukaan Indonesia Pavilion yang menjadi pusat promosi industri manufaktur nasional selama penyelenggaraan INNOPROM 2026.

“Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia. Kami ingin mendorong terbangunnya kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, penguatan hilirisasi industri, serta perluasan akses pasar ekspor bagi produk manufaktur Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi industri nasional yang berdaya saing, bernilai tambah, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” kata Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat opening ceremony INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia pada Senin (6/7/2026).

Status sebagai Official Partner Country menempatkan Indonesia sebagai fokus utama penyelenggaraan INNOPROM 2026. Selama empat hari pameran, Indonesia menghadirkan rangkaian agenda strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, asosiasi bisnis, dan mitra internasional melalui forum bisnis, business matching, hingga pertemuan bilateral.

Pembukaan Indonesia Pavilion langsung mendapat perhatian jajaran pimpinan Federasi Rusia. Sesaat sebelum Opening Ceremony INNOPROM 2026, Mikhail Mishustin, Perdana Menteri Federasi Rusia menjadikan Paviliun Indonesia sebagai salah satu destinasi yang dikunjungi jajaran pimpinan Federasi Rusia dalam trade fair tour INNOPROM 2026.

Didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur Jenderal KPAII Tri Supondy, rombongan meninjau langsung inovasi, teknologi, serta peluang investasi yang ditawarkan industri manufaktur Indonesia.

Mengusung tema Navigating Industrial Futures, Indonesia Pavilion menghadirkan pengalaman interaktif yang menampilkan transformasi industri manufaktur Indonesia menuju sektor yang modern, inovatif, dan berkelanjutan.

Berdiri di atas area seluas lebih dari 1.500 meter persegi, paviliun ini menghadirkan 50 coexhibitor dari berbagai sektor strategis, mulai dari industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika, industri agro, industri kimia, farmasi, dan tekstil, industri kecil dan menengah, hingga kawasan industri. Seluruh peserta menampilkan produk, teknologi, inovasi, dan peluang investasi yang mencerminkan semakin kuatnya daya saing industri manufaktur Indonesia di pasar global.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, mengatakan Indonesia Pavilion dirancang sebagai platform yang menghubungkan pelaku industri nasional dengan calon mitra strategis dari Rusia dan kawasan Eurasia.

Melalui berbagai forum bisnis, business matching, dan pertemuan industri selama INNOPROM 2026, pemerintah menargetkan lahirnya kerja sama konkret yang dapat segera ditindaklanjuti dan memberikan manfaat nyata bagi pengembangan industri kedua negara.

Partisipasi Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 mencerminkan semakin besarnya kepercayaan dunia terhadap kapasitas industri manufaktur Indonesia sebagai mitra strategis di kawasan Indo-Pasifik.

Lebih dari sekadar keikutsertaan dalam sebuah pameran internasional, momentum ini menjadi tonggak penting dalam memperluas diplomasi industri Indonesia, memperkuat integrasi ke rantai pasok global, serta membuka peluang investasi dan kolaborasi teknologi yang akan mendukung pertumbuhan industri nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolri Tegaskan Komitmen Berantas Premanisme & Jaga Dunia Usaha

9 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Kapolda NTB Uji Jalur Penonton hingga Sirkuit Menjelang MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Kemkomdigi Pastikan Layanan Telekomunikasi Siap Dukung 200 Ribu Penonton MotoGP Mandalika

9 Oktober 2026 - 18:50 WIB

Pemerintah Terbitkan Perpres 27/2026, Pengemudi Ojek Online Dapat Kepastian Hukum & Batas Biaya Platform 8 Persen

9 Oktober 2026 - 18:47 WIB

Prabowo: Ekspor Perdana Baterai Kendaraan Listrik Bukti Nyata Strategi Hilirisasi Indonesia

8 Oktober 2026 - 20:29 WIB

Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia Jaga Kepercayaan & Lindungi Investasi

8 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Trending di EKOBIS