Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

NASIONAL · 28 Jul 2026 17:00 WIB

Intensifkan Gerakan Pangan Murah, Kemendagri Upayakan Pengendalian Inflasi Harga


 Intensifkan Gerakan Pangan Murah, Kemendagri Upayakan Pengendalian Inflasi Harga Perbesar

Ricek.ID – Melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, meminta Perum Bulog bersama pemerintah daerah (Pemda) memperkuat langkah stabilisasi harga beras, dan minyak goreng secara masif.

Hal itu disampaikan Tomsi, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan Pembahasan Kelancaran Distribusi Bahan Bakar Minyak serta Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah dalam Program 3 Juta Rumah. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid dari Kantor Kemendagri, Jakarta, pada Senin (27/7/2026).

Menurut Tomsi, GPM dinilai mendesak untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi pangan nasional.

Berdasarkan data minggu keempat Juli 2026, tekanan kenaikan harga beras dan minyak goreng telah meluas serta memerlukan perhatian serius, masing-masing tercatat di 152 dan 109 kabupaten/kota.

Selain komoditas beras dan minyak goreng, Tomsi turut menyoroti tingginya disparitas harga bawang putih dari tingkat distributor hingga pengecer.

Kondisi tersebut mengindikasikan pentingnya pengawasan rantai distribusi secara lebih ketat oleh kementerian, lembaga, dan Pemda agar margin harga tetap berada dalam batas wajar.

“Kita lakukan Gerakan Pangan Murah yang masif seperti yang dulu lagi. Dalam proses distribusinya ini juga perlu kita pahami bersama untuk kita bisa menjaga kelayakan harga bawang putih tersebut,” ujar Tomsi.

Merespons arahan tersebut, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan pihaknya telah merencanakan GPM, yang difokuskan pada komoditas beras dan akan digelar secara serentak di seluruh wilayah Indonesia pada awal Agustus 2026.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Dorong Ketahanan Energi Nasional, Presiden Prabowo Minta Dilakukan Percepatan Pemerataan Akses Listrik Desa

28 Juli 2026 - 21:38 WIB

Gubernur BI Mundur, Pemerintah Usulkan Calon Pengganti Perry ke DPR RI

27 Juli 2026 - 20:13 WIB

Terbukti Langgar SOP, Kepala BGN Tutup 833 SPPG di Sejumlah Wilayah

27 Juli 2026 - 20:09 WIB

Benahi Tata Kelola Internal, Kepala BGN Pecat Ratusan Pegawai

27 Juli 2026 - 20:05 WIB

Bulutangkis Indonesia Kembali Berjaya, Ganda Putra Fajar/Fikri Juarai China Open 2026

27 Juli 2026 - 19:57 WIB

Mountain Classic SEATRC Cup 2026 di Gunung Gede Pangrango, Indonesia Sapu Bersih Medali Emas

26 Juli 2026 - 21:11 WIB

Trending di NASIONAL