Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 29 Jul 2026 18:35 WIB

Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan


 Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan Perbesar

Ricek.ID – Pemilihan Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Tahun 2026 resmi ditutup di Banjarmasin pada Rabu (29/7/2026).

Setelah melalui rangkaian seleksi sejak 27 Juli, ajang yang digelar Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalsel tersebut berhasil melahirkan generasi muda yang siap menjadi agen perubahan dalam mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan.

Pada ajang tersebut, Saiful Ahyar dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan berhasil meraih gelar Juara I. Posisi Juara II diraih Alma Cayani Fairuz dari Kabupaten Tanah Laut, sedangkan Juara III diraih Nayshila Dewi Agustina dari Kabupaten Kotabaru. Adapun Juara Harapan I diraih Muhammad Abiyyu dari Kota Banjarmasin, Juara Harapan II Rizqy Fairuz Ansari dari Kabupaten Tanah Bumbu, dan Juara Harapan III Akhmad Zaini dari Kota Banjarmasin.

Kepala Dispora Kalsel, Pebriadin Hapiz, melalui Kepala Seksi Peningkatan Kapasitas dan Kreativitas Pemuda, Donny Dwi Harsono, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan semangat dan kepedulian terhadap isu lingkungan selama proses seleksi berlangsung.

“Alhamdulillah secara keseluruhan rangkaian seleksi Duta Pepelingasih tahun ini berjalan dengan lancar dan penuh kesan positif. Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta. Semoga para duta yang terpilih dapat menjadi agent of change, tidak hanya sebagai figur, tetapi mampu memberikan teladan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Donny berharap para Duta Pepelingasih mampu menginspirasi generasi muda di daerah masing-masing untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sekaligus menggerakkan masyarakat dalam aksi nyata menjaga kelestarian alam.

“Ke depan mereka akan kembali ke kabupaten dan kota masing-masing untuk menjalankan programnya. Kami ingin mereka memulai perubahan dari lingkungan terdekatnya, kemudian mengembangkan gerakan tersebut agar memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu salah satu dewan juri, Amalia Rezeki, menilai penyelenggaraan Duta Pepelingasih terus menunjukkan perkembangan yang signifikan setiap tahunnya.

Menurutnya, inovasi yang dibawa peserta kini tidak lagi hanya berfokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga mencakup konservasi flora, fauna, hingga pemberdayaan masyarakat.

“Kami melihat banyak inovasi yang disuarakan generasi muda. Tidak hanya berbicara soal sampah, tetapi juga konservasi lingkungan, penanaman pohon, hingga berbagai upaya pelestarian alam. Bahkan peserta tahun ini tidak hanya mahasiswa, tetapi juga banyak pelajar SMA. Ini menjadi embrio yang sangat baik untuk menumbuhkan kepedulian lingkungan sejak usia muda,” jelasnya.

Amalia Rezeki menambahkan, penilaian terhadap Juara I didasarkan pada sejumlah aspek, mulai dari originalitas gagasan, konsistensi pelaksanaan program, keberlanjutan kegiatan, hingga dampak pemberdayaan masyarakat yang dihasilkan.

“Program yang dibawa Juara I tidak hanya inovatif, tetapi sudah berjalan secara berkelanjutan dan mampu menggerakkan masyarakat. Selain itu, memiliki rencana pengembangan yang jelas untuk memperluas manfaat konservasi berbasis potensi lokal,” katanya.

Juara I Duta Pepelingasih Kalsel 2026, Saiful Ahyar dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, mengaku bersyukur atas penghargaan yang diraihnya melalui inovasi Candle Circle, sebuah ekosistem pemanfaatan tanaman kemiri di kawasan Loksado.

“Kami mengoptimalkan potensi kemiri menjadi produk hilirisasi berupa minyak kemiri, sementara limbah kulit kemirinya diolah menjadi briket. Tujuannya bukan hanya meningkatkan nilai ekonomi masyarakat, tetapi juga memberikan alasan yang kuat bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikan hutan Meratus,” ungkapnya.

Menurut Saiful, masih banyak potensi sumber daya alam di kawasan Meratus yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berharap inovasi ini bisa menjadi contoh dan menginspirasi lahirnya berbagai inovasi lain berbasis potensi lokal. Tidak hanya kemiri, tetapi juga berbagai tanaman lain yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pelestarian lingkungan di Kalimantan Selatan,” pungkasnya.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Angkat Semangat Pengabdian Guru, Tari Srikandi PGRI Antar Balangan Raih Juara 1

8 November 2026 - 11:00 WIB

Integrasikan Pertanian & Peternakan dalam Pendidikan, STTAM Nias Barat Siapkan Mahasiswa Jadi Lulusan Mandiri

7 November 2026 - 11:56 WIB

Pemkab Kotabaru Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026, Diapresiasi atas Transformasi Digital

6 November 2026 - 21:31 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL