Menu

Mode Gelap
Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari Karhutla di Cindai Alus Martapura, Kabel Listrik Putus Hambat Pemadaman

ADVERTORIAL · 5 Agu 2026 18:40 WIB

TPID Provinsi Kalsel Optimis Pengendalian Inflasi Berikan Hasil Positif


 TPID Provinsi Kalsel Optimis Pengendalian Inflasi Berikan Hasil Positif Perbesar

Ricek.ID – Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (TPID Kalsel) optimis berbagai langkah pengendalian inflasi yang dilakukan secara terpadu mulai menunjukkan hasil positif. Hal tersebut tercermin dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalsel yang mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-o-y) pada Juli 2026 sebesar 4,28 persen atau lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 4,47 persen.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Kalsel, Eddy Elminsyah Jaya, di Banjarbaru pada Rabu (5/8/2026) mengatakan penurunan laju inflasi tersebut menjadi indikator positif atas efektivitas sinergi pengendalian inflasi yang selama ini dilakukan oleh TPID bersama Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, Bulog, serta seluruh perangkat daerah dan TPID kabupaten/kota di Kalsel.

“Perbaikan angka inflasi ini menunjukkan bahwa koordinasi dan sinergi yang dibangun seluruh anggota TPID mulai membuahkan hasil. Ke depan, upaya pengendalian akan terus diperkuat agar inflasi tetap terkendali dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Eddy.

Selain inflasi tahunan yang mengalami perbaikan, Kalsel juga mencatat perlambatan inflasi bulanan (month-to-month/m-t-m). Pada Juli 2026, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,03 persen, jauh lebih rendah dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 0,48 persen.

Menurut Eddy, capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus menjaga stabilitas harga, terutama menjelang periode-periode yang berpotensi memicu kenaikan harga kebutuhan pokok.

Ia menjelaskan TPID Provinsi Kalsel akan terus memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui empat langkah utama atau 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, memperlancar distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

“Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, Bank Indonesia, Bulog, serta instansi terkait agar pasokan kebutuhan pokok tetap terjaga dan distribusinya berjalan lancar sehingga gejolak harga dapat diantisipasi sejak dini,” jelasnya.

Eddy menambahkan sejumlah komoditas strategis seperti beras, daging ayam ras, minyak goreng, dan berbagai komoditas hortikultura akan menjadi fokus pengawasan bersama karena memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan inflasi di Kalimantan Selatan.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat antarinstansi, TPID Kalsel optimis stabilitas harga dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memberikan kepastian dan perlindungan daya beli bagi masyarakat.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Ikut Padamkan Titik Api, Gubernur Kalsel Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla

22 September 2026 - 21:59 WIB

Gubernur Kalsel Dorong Pengelolaan Geopark Meratus Berorentasi Pengembangan Pariwasata, Budaya & Penguatan Ekonomi

22 September 2026 - 21:56 WIB

Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman, Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi SSK

22 September 2026 - 21:53 WIB

Jaga Kestabilan Harga, Pemprov Kalsel Pantau Distrubusi Pangan di Daerah

22 September 2026 - 21:49 WIB

Trending di ADVERTORIAL