Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

ADVERTORIAL · 6 Agu 2026 09:11 WIB

RSUD Ratu Zalecha Catatkan Peningkatan Kasus Pneumonia di Musim Kemarau, Puskesmas Dominasi Penanganan Kasus ISPA


 RSUD Ratu Zalecha Catatkan Peningkatan Kasus Pneumonia di Musim Kemarau, Puskesmas Dominasi Penanganan Kasus ISPA Perbesar

Ricek.ID – RSUD Ratu Zalecha Kabupaten Banjar mencatat adanya kenaikan kasus gangguan pernapasan saat memasuki musim kemarau yang disertai meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, peningkatannya dinilai belum signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ratu Zalecha, drg. Rahimayanti, pada Rabu (5/8/2026) menjelaskan sebagian besar pasien dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik. Pasien yang dirujuk ke RSUD umumnya telah mengalami kondisi yang lebih berat.

“Kasus ISPA sebagian besar selesai ditangani di puskesmas atau klinik. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit tipe B seperti RSUD Ratu Zalecha umumnya sudah mengarah ke pneumonia atau memiliki penyakit penyerta lainnya, sehingga ISPA bukan lagi diagnosis utamanya,” ujarnya.

Rahimayanti mengatakan tren kasus pneumonia memang mengalami peningkatan selama musim kemarau. Namun, lonjakan tersebut tidak terlalu tajam karena penanganan dini di fasilitas kesehatan dinilai berjalan cukup baik.

“Memang ada peningkatan, tetapi tidak terlalu signifikan. Penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah cukup cepat sehingga dampaknya tidak sebesar kejadian kabut asap pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Rahimayanti menuturkan gejala yang paling sering dialami pasien berupa batuk dan pilek yang disertai sesak napas. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat kualitas udara menurun akibat asap.

Selain gangguan pernapasan, RSUD Ratu Zalecha juga mencatat peningkatan kasus diare selama musim kemarau. Meski demikian, tren kenaikannya relatif sejalan dengan kasus pneumonia dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Berdasarkan data rumah sakit, sejak pertengahan Juli 2026 tercatat 59 kasus pneumonia. Sementara secara kumulatif sejak Januari hingga awal Agustus 2026, jumlah kasus telah mencapai 383 kasus.

Kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut adalah bayi, balita, dan lanjut usia (lansia), karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibanding kelompok usia lainnya.

Rahimayanti mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan cara yang benar. Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat melintasi wilayah yang terdampak asap karhutla.

“Pencegahan tetap menjadi langkah utama. Biasakan mencuci tangan dengan benar dan gunakan masker saat berada di daerah yang banyak asap agar saluran pernapasan lebih terlindungi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Banjarbaru Bersiap Tinggalkan Kemacetan, Wali Kota Pacu Pembangunan Jalan Lingkar Selatan

7 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Pastikan Stok LPG 3 Kg di Kalsel Aman

6 Agustus 2026 - 21:21 WIB

Tegaskan Komitmen Pengelolaan Anggaran yang Responsif, Pemko Banjarmasin Sampaikan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026

6 Agustus 2026 - 19:39 WIB

Peringati HAN Ke-42, Pemko Banjarmasin Wujudkan Kota Ramah Anak Menuju Generasi Emas 2045

6 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Dividen Meningkat, Pemprov Kalsel Dorong BUMD Bangun Banua Perkuat Pertumbuhan Ekonomi

6 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Pemprov Kalsel Lepas 498 Kontingen Pramuka Banua Menuju Jambore Nasional XII

6 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Trending di ADVERTORIAL