Menu ✖

Mode Gelap
Nasib Nelayan Labuan Mas Kotabaru, Puluhan Tahun Menanti Dermaga yang Tak Kunjung Dibangun Diduga Lakukan Begal Payudara, Pria di Tanah Laut Diamankan Warga Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti

ADVERTORIAL · 6 Agu 2026 09:11 WIB

RSUD Ratu Zalecha Catatkan Peningkatan Kasus Pneumonia di Musim Kemarau, Puskesmas Dominasi Penanganan Kasus ISPA


 RSUD Ratu Zalecha Catatkan Peningkatan Kasus Pneumonia di Musim Kemarau, Puskesmas Dominasi Penanganan Kasus ISPA Perbesar

Ricek.ID – RSUD Ratu Zalecha Kabupaten Banjar mencatat adanya kenaikan kasus gangguan pernapasan saat memasuki musim kemarau yang disertai meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, peningkatannya dinilai belum signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Ratu Zalecha, drg. Rahimayanti, pada Rabu (5/8/2026) menjelaskan sebagian besar pasien dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) ditangani di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan klinik. Pasien yang dirujuk ke RSUD umumnya telah mengalami kondisi yang lebih berat.

“Kasus ISPA sebagian besar selesai ditangani di puskesmas atau klinik. Pasien yang dirujuk ke rumah sakit tipe B seperti RSUD Ratu Zalecha umumnya sudah mengarah ke pneumonia atau memiliki penyakit penyerta lainnya, sehingga ISPA bukan lagi diagnosis utamanya,” ujarnya.

Rahimayanti mengatakan tren kasus pneumonia memang mengalami peningkatan selama musim kemarau. Namun, lonjakan tersebut tidak terlalu tajam karena penanganan dini di fasilitas kesehatan dinilai berjalan cukup baik.

“Memang ada peningkatan, tetapi tidak terlalu signifikan. Penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah cukup cepat sehingga dampaknya tidak sebesar kejadian kabut asap pada tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Rahimayanti menuturkan gejala yang paling sering dialami pasien berupa batuk dan pilek yang disertai sesak napas. Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat kualitas udara menurun akibat asap.

Selain gangguan pernapasan, RSUD Ratu Zalecha juga mencatat peningkatan kasus diare selama musim kemarau. Meski demikian, tren kenaikannya relatif sejalan dengan kasus pneumonia dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.

Berdasarkan data rumah sakit, sejak pertengahan Juli 2026 tercatat 59 kasus pneumonia. Sementara secara kumulatif sejak Januari hingga awal Agustus 2026, jumlah kasus telah mencapai 383 kasus.

Kelompok yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi tersebut adalah bayi, balita, dan lanjut usia (lansia), karena memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibanding kelompok usia lainnya.

Rahimayanti mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama dengan membiasakan mencuci tangan menggunakan cara yang benar. Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, khususnya saat melintasi wilayah yang terdampak asap karhutla.

“Pencegahan tetap menjadi langkah utama. Biasakan mencuci tangan dengan benar dan gunakan masker saat berada di daerah yang banyak asap agar saluran pernapasan lebih terlindungi,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Pemkab Kotabaru Raih Penghargaan CNN Indonesia Awards 2026, Diapresiasi atas Transformasi Digital

6 November 2026 - 21:31 WIB

Gaspol Tangani Dampak Karhutla, Dinkes Banjarbaru Perkuat Posko hingga Fasilitas Medis

6 November 2026 - 17:54 WIB

Pemko Banjarbaru Lantik Pengurus Dewan Kesenian, Siap Jadi Ujung Tombak Pelestarian Budaya

6 November 2026 - 17:51 WIB

Apresiasi Relawan Karhutla, Wali Kota Banjarbaru Salurkan Bantuan Presiden Rp15 Miliar

6 November 2026 - 17:49 WIB

Empat Kelurahan di Banjarbaru Terima Rp200 Juta, Infrastruktur Jadi Prioritas

6 November 2026 - 07:24 WIB

DKP3 Kota Banjarbaru Bekali Poklahsar Teknik Olahan Ikan Bernilai Tinggi

5 November 2026 - 18:16 WIB

Trending di ADVERTORIAL