Menu ✖

Mode Gelap
Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi

EKOBIS · 15 Agu 2026 09:16 WIB

Peresmian Ekspor Beras dari Kediaman, Mentan Dorong Efisiensi Anggaran untuk Petani


 Peresmian Ekspor Beras dari Kediaman, Mentan Dorong Efisiensi Anggaran untuk Petani Perbesar

Ricek.ID – Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, memilih kediamannya sebagai lokasi pelepasan rencana ekspor perdana 1.000 ton beras ke Malaysia bukan tanpa alasan. Langkah tersebut merupakan bagian dari penerapan efisiensi yang ditekankan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus memastikan anggaran pemerintah lebih banyak diarahkan untuk kebutuhan produktif petani.

Agenda ekspor beras ke Malaysia sebelumnya direncanakan berlangsung di hotel. Namun, Mentan mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya, akhirnya kegiatan tersebut dilakukan di kediamannya yang selama ini juga digunakan sebagai tempat bekerja dan menggelar rapat.

“Nah ini karena ini persoalan waktu, yang pertama kan rencana mau di hotel. Biasanya kan di hotel tuh pengusaha efisien. Kalau di sini sangat efisien,” ujar Mentan pada Jumat (14/8/2026).

Amran menjelaskan, kediamannya dalam praktiknya telah menjadi tempat kerja untuk membahas berbagai persoalan pertanian, termasuk kebijakan pupuk dan pangan. Mentan bahkan menyebut rapat dapat berlangsung sejak dini hari hingga malam hari.

“Rumah ini tempat kami jadikan kantor juga. Kantor jam 5 subuh rapat di sini, jam 5 subuh juga pupuk dulu diputuskan di sini sampai jam 7, rapat di sini. Di kantor jam 7 sampai sore di sini dilanjut sampai jam 10 malam,” katanya.

Menurut Mentan, efisiensi bukan sekadar mengurangi biaya, tetapi memastikan setiap rupiah anggaran negara memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya petani.

“Jadi kalau bukan di sini, di kantor. Tidak boleh di hotel. Kita hilangkan biaya seminar di hotel, tanda tangan seperti ini di hotel, seremoni, gunting pita, tidak ada,” tegas Amran.

Mentan mencontohkan berbagai biaya pendukung seremoni yang dapat dialihkan untuk kebutuhan pertanian. Mulai dari biaya hotel, seremoni, hingga berbagai perlengkapan acara, menurutnya akan lebih bermanfaat apabila digunakan untuk pengadaan benih maupun pupuk bagi petani.

“Lebih baik ini biaya semua, biaya cipika-cipiki, biaya bunga, biaya MC, belikan benih, belikan pupuk untuk petani. Setuju enggak? Itulah Bapak Presiden kita, Pak Prabowo, efisiensi,” ujar Amran.

Efisiensi tersebut berjalan beriringan dengan agenda besar pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional. Salah satu indikatornya adalah kemampuan Indonesia membuka pasar ekspor beras setelah memastikan kebutuhan domestik berada dalam kondisi aman.

Pada momentum tersebut, Indonesia menyepakati pengiriman awal 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Jumlah tersebut menjadi bagian dari potensi kerja sama ekspor hingga 200.000 ton per tahun untuk memenuhi kebutuhan beras Sarawak.

Amran mengatakan harga yang disepakati berada di kisaran Rp17.000 per kilogram, sehingga ekspor tidak hanya menjadi pembukaan pasar baru tetapi juga memberikan peluang ekonomi yang lebih baik bagi rantai usaha perberasan nasional.

“Yang terpenting harga sudah sepakat, yang terpenting harga dulu. Ini yang nego lama, harganya Rp17.000 per kilo,” katanya.

Menurut Mentan, ekspor merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan pasar yang lebih luas, beras Indonesia memiliki peluang mendapatkan nilai ekonomi yang lebih baik tanpa mengabaikan kebutuhan pangan nasional.

“Nah justru inilah langkah kesejahteraan petani karena kita ekspor,” ujar Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Mentan juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto, petani, penyuluh pertanian, TNI, Polri, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, BUMN, serta seluruh pihak yang berkontribusi terhadap pencapaian swasembada beras.

Amran menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor.

“Ini bukan kerja saya, kerja kita bersama sebagai anak bangsa,” katanya.

Satu hal, ekspor beras ke Malaysia pun menjadi simbol bahwa efisiensi dan produktivitas dapat berjalan beriringan: biaya seremoni ditekan, sementara hasil kerja di sektor pertanian diperluas hingga mampu membuka pasar ekspor baru.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bareskrim Polri Naikkan 98 Kasus Karhutla Korporasi ke Tahap Penyidikan

20 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Pemerintah RI Pastikan Cadangan BBM Nasional Aman

20 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Perkuat Reformasi Pasar Modal & Transparansi, OJK Akan Tindak Pelanggaran untuk Beri Efek Jera

20 Oktober 2026 - 21:04 WIB

Pemerintah Pacu Ekspor & Siapkan Belanja APBN Rp1.300 Triliun pada Triwulan IV

20 Oktober 2026 - 21:02 WIB

Menko PM Gandeng Kementan Percepat Pengentasan Kemiskinan Berbasis Pertanian

19 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Solusi Atasi Kabut Asap Karhutla, BRIN Kaji Penggunaan Es Kering

19 Oktober 2026 - 20:37 WIB

Trending di NASIONAL