Tanah Laut- Kabut asap masih menyelimuti sejumlah titik di Jalan A Yani yang menghubungkan Kabupaten Tanah Laut dan Banjarbaru, Kamis (20/8/2026) pagi.
Kondisi tersebut membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan karena jarak pandang terbatas. Perlambatan arus lalu lintas juga sempat terjadi di sekitar kawasan Tugu Perbatasan Tanah Laut-Banjarbaru setelah adanya kecelakaan lalu lintas di wilayah Pengayuan, Liang Anggang.
Warga Desa Pandahan, Kecamatan Bati-Bati, Risky (27), mengatakan kecelakaan melibatkan sepeda motor dan mobil. Lokasinya sekitar satu kilometer dari Tugu Perbatasan.
“Betul, ada kemacetan soalnya di wilayah Pengayuan ada kecelakaan, jaraknya sekitar satu kilometer dari tugu perbatasan. Laka lantas tersebut tak berlangsung lama sehingga pergerakan kendaraan roda dua dan empat segera kembali lancar,” ujarnya.
Menurut Risky, petugas Satlantas Polres Tanah Laut segera mendatangi lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan mengurai kepadatan kendaraan.
Ia juga menyebut kondisi pengendara yang terlibat kecelakaan dalam keadaan aman. Kerusakan kendaraan dilaporkan hanya pada bagian bemper mobil.
Sementara itu, kondisi kabut asap di wilayah Desa Gunung Raja, Kecamatan Tambang Ulang, terpantau relatif lebih baik dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada Rabu (19/8/2026) pagi, kabut asap sempat menyelimuti kawasan tersebut dan mengganggu jarak pandang. Kamis pagi, kondisi berangsur membaik meski kabut masih muncul secara berkala sebelum kembali menipis.
Di wilayah Desa Pandahan, jarak pandang sekitar pukul 07.10 WITA diperkirakan mencapai 8 hingga 10 meter. Namun, kondisi kabut dilaporkan semakin tebal ke arah Liang Anggang, Banjarbaru.
Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Desa Gunung Raja bersama relawan turun langsung ke jalan. Kepala Desa Gunung Raja Samsiar bersama aparatur desa, relawan ERGR dan Babinsa membagikan masker kepada para pengendara yang melintas di Jalan A Yani.
Selain membagikan masker, mereka turut membantu mengatur lalu lintas sebagai langkah antisipasi apabila kabut kembali menebal dan mengganggu pandangan pengendara.
“Kalau hari ini sudah jauh lebih terang dibandingkan hari kemarin. Tetapi kadang kabut asap masih ada dan kemudian terang lagi. Karena itulah kami peduli tentang kesehatan masyarakat, keselamatan pengendara dan juga kami turun langsung untuk membagikan masker dan membantu pengaturan lalu lintas,” ujar Samsiar.
Membaiknya jarak pandang menjadi kondisi positif bagi pengguna jalan. Namun, kemunculan kabut asap yang masih berubah-ubah menunjukkan pengguna jalan tetap perlu berhati-hati.
Pengendara diimbau menjaga konsentrasi, mengurangi kecepatan saat kabut kembali menebal, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta menggunakan masker ketika melintasi kawasan yang terdampak asap.














