Ricek.ID – Dalam upaya memperkuat edukasi dan pengembangan potensi kawasan Meratus, Sekretariat Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark terus memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak. Salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan satuan pendidikan vokasi, seperti SMK Negeri 1 Banjarbaru.
Penjajakan tersebut dilakukan melalui kunjungan Sekretariat Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark ke SMKN 1 Banjarbaru pada Kamis (3/9/2026).
Pertemuan ini menjadi momentum untuk bertukar informasi sekaligus mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan kompetensi peserta didik sekaligus memperkenalkan nilai-nilai Meratus UNESCO Global Geopark kepada generasi muda.
Kunjungan tersebut diikuti Resita Rahmitiasari, Ramadhan Jayusman, dan Muhammad Fredly Andry bersama tim Sekretariat Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark. Rombongan diterima Kepala SMKN 1 Banjarbaru, Syaiful Arif, beserta jajaran sekolah.
Dalam pertemuan tersebut, tim Sekretariat Badan Pengelola memperkenalkan Meratus UNESCO Global Geopark, termasuk berbagai nilai yang menjadi kekuatan kawasan, mulai dari keragaman geologi, keanekaragaman hayati, hingga kekayaan budaya masyarakat yang berkembang di kawasan Meratus.
Pembahasan juga menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dalam memperluas pemahaman generasi muda terhadap potensi daerah. Melalui pendekatan pendidikan, nilai-nilai geopark diharapkan tidak hanya dikenalkan sebagai bagian dari kekayaan alam dan budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber pembelajaran yang relevan dengan kompetensi dan kreativitas peserta didik.

Ramadhan Jayusman mengatakan, keterlibatan satuan pendidikan merupakan bagian penting dalam memperluas edukasi mengenai geopark kepada generasi muda.
“Kami melihat sekolah memiliki ruang yang besar untuk terlibat dalam pengembangan geopark. Melalui kerja sama yang tepat, siswa tidak hanya mengenal Meratus dari sisi geologi, biodiversitas, dan budaya, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman dan keterampilan yang berkaitan langsung dengan potensi daerah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi dengan sekolah juga dapat menjadi sarana untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi kawasan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Resita Rahmitiasari menyampaikan bahwa pendidikan vokasi memiliki peluang yang luas untuk dikolaborasikan dengan program pengembangan geopark. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghubungkan proses pembelajaran di sekolah dengan potensi, kebutuhan, maupun berbagai persoalan yang terdapat di lingkungan sekitar.
“Kompetensi yang dimiliki sekolah dapat dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan dalam pengembangan geopark. Karena itu, penting untuk melihat bentuk kerja sama yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk menghasilkan karya dan pengalaman yang relevan,” jelasnya.
Sebagai lembaga pendidikan vokasi, SMKN 1 Banjarbaru dinilai memiliki potensi untuk terlibat dalam berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan Meratus UNESCO Global Geopark. Kompetensi dan program keahlian yang dimiliki sekolah dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan kedua pihak.
Sejumlah peluang kerja sama yang dibahas meliputi pembelajaran berbasis geopark, pengembangan kompetensi dan kreativitas siswa, praktik kerja lapangan, kegiatan edukasi, pengembangan produk kreatif, hingga dukungan terhadap promosi potensi Meratus UNESCO Global Geopark.
Dari pihak sekolah, Kepala SMKN 1 Banjarbaru, Syaiful Arif, menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Badan Pengelola Meratus UNESCO Global Geopark membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai potensi lingkungan dan kekayaan daerah.
Ia menilai, keterlibatan siswa dalam kegiatan yang berkaitan dengan geopark dapat menjadi bagian dari penguatan kompetensi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan potensi daerah.
Penjajakan ini selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui identifikasi program dan bentuk kegiatan yang dapat dilaksanakan secara bersama, dengan mempertimbangkan potensi, kompetensi, serta kebutuhan masing-masing pihak.
Kolaborasi dengan satuan pendidikan menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas pemahaman mengenai Meratus UNESCO Global Geopark, khususnya di kalangan generasi muda.
Melalui keterlibatan sekolah, geopark diharapkan dapat hadir tidak hanya sebagai kawasan yang memiliki nilai geologi, biodiversitas, dan budaya, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pengembangan kreativitas, serta penguatan kepedulian generasi muda terhadap potensi daerah.
Dengan semakin luasnya kolaborasi dengan dunia pendidikan, nilai-nilai Meratus UNESCO Global Geopark diharapkan dapat terus dikenal, dipahami, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sumber : MC Kalsel













