Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

HEADLINE · 11 Jul 2025 22:09 WIB

Agustus Puncak Kemarau, Pemprov Kalsel Minta Helikopter ke BNPB Hingga Opsi Modifikasi Cuaca


 Helikopter water bombing. (Haim Charbit/Unsplash) Perbesar

Helikopter water bombing. (Haim Charbit/Unsplash)

Riceknews.Id – Pemprov Kalsel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini diambil seiring prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim kemarau akan terjadi pada awal Agustus 2025.

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Kalsel telah mengusulkan tujuh unit helikopter kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, mengatakan bahwa langkah antisipasi ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Kalsel, Muhidin, dan Wakil Gubernur, Hasnuryadi Sulaiman.

“Kami terus meningkatkan kesiapsiagaan, salah satunya dengan bekerja sama secara intensif dengan BMKG untuk memantau perkembangan situasi cuaca,” jelas Bambang.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi.

Menurutnya, usulan penambahan armada udara menjadi salah satu fokus utama. “Pak Gubernur telah mengusulkan 5 helikopter water bombing dan 2 helikopter patroli ke BNPB,” ungkapnya.

Selain itu, BPBD Kalsel juga telah menyiapkan opsi teknologi modifikasi cuaca (TMC) jika diperlukan. “Sudah diusulkan juga nama operator modifikasi cuaca (OMC) jika nanti diperlukan hujan buatan untuk mengisi waduk-waduk atau bendungan,” tambah Bambang.

Dalam waktu dekat, BPBD Kalsel akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas penetapan status siaga darurat karhutla tingkat provinsi. Keputusan ini akan didasarkan sepenuhnya pada data dan analisis cuaca dari BMKG.

“Jika Kalsel ditetapkan berstatus siaga, maka seluruh upaya penanggulangan akan lebih maksimal kita persiapkan, termasuk penempatan helikopter yang akan menyesuaikan dengan status tersebut,” tegasnya.

Saat ini, Kota Banjarbaru menjadi daerah pertama di Kalsel yang telah menetapkan status siaga karhutla.

Menyikapi hal tersebut, BPBD Kalsel mengimbau seluruh elemen masyarakat, terutama di wilayah rawan, untuk tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat dinilai sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Perketat Jalur Merak-Bakauheni, Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal

12 Juni 2026 - 18:40 WIB

Dua Tersangka Korupsi Kuota Haji Ditahan, KPK Sebut Kerugian Negara Sebesar Rp622 Miliar

12 Juni 2026 - 18:36 WIB

Matangkan Kerjasama dengan PSSN, Diskominfo Kalsel Gelar Rapat Daring Bahas Draft PKS

12 Juni 2026 - 18:32 WIB

Tingkatkan Penyerapan Lulusan SMK, Disdikbud Kalsel Akan Optimalkan Tracer Study

12 Juni 2026 - 18:17 WIB

Melalui Forum Daerah Bersuara, Pemprov Kalsel Dukung Pelaksanaan 10 Program Direktif Presiden

12 Juni 2026 - 09:21 WIB

Fokus Siapkan PON Mendatang, Dispora Kalsel Lanjutkan Insentif Atlet & Pelatih Berprestasi

11 Juni 2026 - 19:49 WIB

Trending di DAERAH