Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

Kab. Banjar · 7 Des 2025 19:12 WIB

Ariq Qobus Asal Banjar Raih Gelar Nanang Kebudayaan Kalsel 2025


 Ariq Qobus Asal Banjar Raih Gelar Nanang Kebudayaan Kalsel 2025 Perbesar

Banjarbaru, Ricek.ID – Muhammad Ariq Qobus resmi dinobatkan sebagai Nanang Kebudayaan Kalimantan Selatan 2025 dalam malam Grand Final yang berlangsung di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Sabtu (6/12/2025).

Bersaing dengan finalis dari berbagai kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, Ariq tampil konsisten sejak babak penyisihan hingga menembus 10 besar (Top 10). Penampilan puncaknya sukses memikat dewan juri dan mengantarkannya meraih gelar tertinggi.

Kunci kemenangan Ariq tidak hanya terletak pada penampilan fisiknya, tetapi juga wawasan kebudayaan yang mendalam serta kemampuan mengomunikasikan nilai-nilai budaya Banjar dengan lugas. Ia dinilai berhasil merepresentasikan karakter duta budaya yang matang, beretika, dan berkarisma.

Bawakan Seni Cirang Menyirang

Dalam sesi unjuk bakat, Ariq bersama pasangannya menampilkan “Cirang Menyirang”, sebuah seni tradisi Banjar yang sarat akan filosofi.

“Kami menampilkan Cirang Menyirang, sebuah seni yang memadukan gerak dan makna. Alhamdulillah, penampilan ini mendapat apresiasi besar,” ungkap Ariq usai penobatan.

Kemenangan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Banjar sebagai salah satu daerah dengan pembinaan sumber daya manusia (SDM) kebudayaan terbaik di Kalsel.

Pesan Moral Seorang Nanang

Menanggapi kemenangannya, Ariq tak lupa memanjatkan syukur dan berterima kasih kepada pihak-pihak yang mendukungnya.

“Alhamdulillah, luar biasa. Syukur kami panjatkan kepada Allah, terutama kepada orang tua yang selalu mendampingi proses ini sejak awal,” ujarnya dengan haru.

Lebih jauh, Ariq menekankan bahwa gelar Nanang bukan sekadar predikat, melainkan tanggung jawab moral. Menurutnya, seorang duta budaya harus memiliki integritas perilaku.

“Nanang bukan hanya tentang melestarikan kebudayaan, tetapi juga bagaimana kita mampu menunjukkan perilaku yang baik. Kita harus menjadi contoh, bukan hanya untuk masyarakat, tetapi juga untuk diri sendiri,” tegasnya.

Ke depan, Ariq berkomitmen menjalankan amanah ini sesuai visi dan misi yang ia pegang. Ia berharap dapat membawa pengaruh positif bagi generasi muda di Kalimantan Selatan.

“Saya ingin berjalan sesuai visi-misi Nanang: bagus beradat, berbudaya, dan berwibawa,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Karhutla

22 September 2026 - 12:59 WIB

Pemdes Pekauman Tetapkan Usulan Prioritas Musrenbang

21 September 2026 - 15:41 WIB

Pemdes Keramat Sosialisasikan Perda Pengelolaan Dana

18 September 2026 - 13:30 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

TP Posyandu Kabupaten Banjar Bina 20 Desa Pilot Project Pelayanan 6 SPM

16 September 2026 - 19:12 WIB

Dorong Penguatan Sektor Pertanian, Bupati Banjar Kukuhkan KTNA 2026–2031

16 September 2026 - 19:09 WIB

Trending di ADVERTORIAL