Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

Banjarbaru · 9 Feb 2026 16:25 WIB

Banjarbaru Nihil Kasus Virus Nipah, Dinkes Imbau Warga Tetap Waspada


 Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina. (Foto: istimewa) Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina. (Foto: istimewa)

Banjarbaru, Ricek.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru memastikan hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kasus Virus Nipah di wilayah Banjarbaru. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta menerapkan langkah-langkah pencegahan guna meminimalkan risiko penularan.

Kepala Dinkes Kota Banjarbaru, dr. Juhai Triyanti Agustina, Minggu, 8 Februari 2026, menjelaskan Virus Nipah dapat menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi hewan pembawa virus, terutama kelelawar. Kontaminasi tersebut berpotensi terjadi pada buah-buahan atau nira yang dikonsumsi tanpa pengolahan higienis.

“Penularan bisa terjadi apabila bahan makanan, seperti buah atau nira, terkontaminasi hewan dan dikonsumsi tanpa proses pengolahan yang bersih dan aman,” ujarnya.

Ia menambahkan, risiko penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ternak yang berpotensi terinfeksi, seperti babi atau kuda. Oleh karena itu, masyarakat yang berinteraksi langsung dengan hewan ternak diimbau menggunakan alat pelindung diri sesuai standar kesehatan.

“Tidak semua orang yang terpapar virus akan langsung jatuh sakit. Kondisi daya tahan tubuh sangat memengaruhi tingkat kerentanan seseorang terhadap infeksi,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinkes Banjarbaru mengimbau masyarakat tidak mengonsumsi nira atau air aren secara langsung dari pohon. Sadapan nira disarankan dimasak terlebih dahulu karena berisiko terkontaminasi kelelawar, terutama pada malam hari.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, membuang buah yang terdapat bekas gigitan hewan, serta memastikan daging ternak dimasak hingga benar-benar matang dan tidak berasal dari hewan yang sakit.

Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) turut ditekankan sebagai langkah perlindungan dasar, antara lain rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker saat sakit, serta menerapkan etika batuk dan bersin.

Apabila mengalami gejala sakit yang mencurigakan, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Setiap dugaan kasus juga diharapkan dapat dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam agar dapat dipantau melalui sistem surveilans Kementerian Kesehatan.

“Kami berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan, tidak mudah panik, dan terus meningkatkan kewaspadaan agar terhindar dari penularan Virus Nipah,” pungkas dr. Juhai.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Gerakan Nyata Jaga Ekosistem, Juara I Festival Sungai Kemuning Tangkap Total 174 Kg Ikan Sapu-Sapu

23 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Festival Ikan Sapu-Sapu Banjarbaru Berhasil Angkut 2,4 Ton Ikan Invasif dari Sungai Kemuning

23 Agustus 2026 - 18:30 WIB

KSAL Turun Langsung Pastikan Karhutla Banjarbaru Terkendali

23 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas, Sekolah Banjarbaru Masuk Pukul 09.00

21 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Pemko Banjarbaru Kebut Jalan Tembus Purnawirawan–Guntung Manggis, Buka Akses & Titik Ekonomi Baru

21 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Wali Kota Banjarbaru Serahkan 104 Sertifikat Tanah Wakaf kepada 53 Lembaga

20 Agustus 2026 - 19:44 WIB

Trending di Banjarbaru