Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

KESEHATAN · 15 Jan 2026 15:46 WIB

Banjir Tiga Pekan Picu Peningkatan Penyakit di Kabupaten Banjar


 Salah Satu Wilayah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar. Foto:Ricek.ID Perbesar

Salah Satu Wilayah Terdampak Banjir di Kabupaten Banjar. Foto:Ricek.ID

Ricek.IDBanjar– Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar selama tiga pekan terakhir mulai berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mencatat adanya peningkatan kasus penyakit di daerah yang terdampak banjir.

Ratusan warga dilaporkan mengalami gangguan kesehatan, terutama dalam beberapa hari terakhir. Penyakit yang banyak dikeluhkan didominasi infeksi kulit serta gangguan pencernaan akibat paparan air banjir yang tidak higienis.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami menyebutkan, sejumlah penyakit yang paling sering ditemukan di lapangan antara lain kutu air, diare, serta infeksi kulit yang diduga berkaitan dengan paparan air tercemar.

Kondisi lingkungan yang lembap dan terendam air dalam waktu lama menjadi faktor utama meningkatnya kasus penyakit di tengah masyarakat.

“Banjir yang berlangsung cukup lama mulai memicu peningkatan penyakit, terutama infeksi kulit seperti kutu air dan penyakit kulit akibat bakteri. Gejalanya berupa ruam kemerahan hingga luka berair, dan terjadi baik pada anak-anak maupun orang dewasa,” ujar Widya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Widya Wiri Utami. Foto: Ricek.ID

Selain infeksi kulit, keterbatasan akses terhadap air bersih juga berkontribusi terhadap meningkatnya kasus diare di wilayah terdampak banjir.

“Sebagian masyarakat terpaksa menggunakan air dengan kualitas yang menurun. Kondisi ini berisiko menimbulkan diare. Kami juga mewaspadai potensi penyakit yang ditularkan melalui air tercemar, termasuk yang berkaitan dengan kencing tikus,” tambahnya.

Adapun wilayah yang tercatat cukup terdampak meliputi Kecamatan Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat, serta Kecamatan Sungai Tabuk.

Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan, seperti menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Warga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan terdekat apabila mengalami gejala penyakit, sembari menunggu kondisi banjir surut dan lingkungan kembali aman.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

RSUD Ratu Zalecha Catatkan Peningkatan Kasus Pneumonia di Musim Kemarau, Puskesmas Dominasi Penanganan Kasus ISPA

6 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Perkuat Data Kesehatan Nasional, Kemenkes Integrasikan SatuSehat & Dukcapil

4 Agustus 2026 - 17:41 WIB

YKI Banjarbaru Ajak Masyarakat Waspada Kanker Lewat Gerakan Deteksi Dini di CFD

19 Juli 2026 - 18:43 WIB

BBPOM di Banjarbaru Rampungkan Pelaksanaan Vaksinasi HPV, Ratusan Perempuan Terlindungi dari Risiko Kanker Serviks

14 Juli 2026 - 19:13 WIB

Cegah Penyebaran DBD, Puskesmas Mataraman Laksanakan Pemeriksaan Jentik Nyamuk

14 Juli 2026 - 18:46 WIB

Dokter di NTT Diduga Alami Kekerasan, Kemenkes Minta RS Perkuat Perlindungan Terhadap Tenaga Kesehatan

4 Juli 2026 - 12:39 WIB

Trending di HUKUM