Ricek.ID – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan (Bappeda Kalsel) mendorong peningkatan pemanfaatan data geospasial oleh seluruh pemerintah kabupaten/kota dan perangkat daerah sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan yang lebih akurat dan terintegrasi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Geospasial Banua Award 2026 yang mengusung tema “Tata Kelola Data yang Berkualitas Menuju Pembangunan yang Andal dan Berkelanjutan” di Aula Khalid Maksum Bappeda Provinsi Kalsel pada Senin (19/10/2026).
Kepala Bappeda Provinsi Kalsel, Suprapti Tri Astuti, dalam laporannya menyampaikan bahwa penghargaan tersebut tidak hanya menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja instansi dalam mengelola informasi geospasial, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan partisipasi seluruh daerah dalam membangun tata kelola data yang berkualitas.
Ia mengungkapkan bahwa pemanfaatan data geospasial dalam perencanaan pembangunan di sejumlah kabupaten/kota masih perlu ditingkatkan. Karena itu, Bappeda berharap kegiatan ini dapat mendorong seluruh pemerintah daerah agar semakin aktif mengintegrasikan informasi spasial ke dalam proses perencanaan.
“Acara hari ini saya berharap menjadi titik balik bagi 13 kabupaten/kota untuk melaksanakan perencanaan dengan data yang berbasis data geospasial,” ujarnya.

Menurut Astuti, data geospasial memiliki peran penting dalam membantu pemerintah memahami kondisi wilayah secara menyeluruh, sehingga penyusunan program dan kebijakan dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang dihadapi masing-masing daerah.
Ia juga menyoroti keberadaan studio geospasial di Kalsel sebagai salah satu keunggulan yang perlu terus dimanfaatkan untuk mendukung perencanaan pembangunan berbasis data.
“Kalimantan Selatan sudah satu keunggulan, dan kita punya studio geospasial di Kalsel yang cuma ada di provinsi kita di Kalimantan. Itu satu kebanggaan di mana memang kita fokus untuk melaksanakan perencanaan yang berbasis data geospasial,” ungkapnya.
Astuti menjelaskan bahwa Geospasial Banua Award merupakan kegiatan penganugerahan yang mengadopsi Bhumandala Award, yakni penghargaan informasi geospasial tingkat nasional. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Bappeda selaku pembina data geospasial daerah setiap dua tahun sekali.
Pada 2026, penyelenggaraan Geospasial Banua Award memasuki pelaksanaan yang ketiga. Rangkaian kegiatan dan penilaian telah berlangsung sejak April hingga September, dengan tahapan penilaian akhir bagi peserta nominasi di hadapan dewan juri.
Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 250 peserta yang terdiri atas perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian PPN/Bappenas, pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah Provinsi Kalsel, serta kalangan akademisi.
Berdasarkan hasil evaluasi kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Tahun 2026, ditetapkan enam pemenang kategori pemerintah kabupaten/kota dan enam pemenang kategori SKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel.
Melalui penyelenggaraan Geospasial Banua Award 2026, Bappeda Provinsi Kalsel berharap seluruh perangkat daerah dan pemerintah kabupaten/kota semakin konsisten dalam memperbarui, menjaga kualitas, serta memanfaatkan data geospasial untuk mendukung perencanaan pembangunan.
Penguatan tersebut diharapkan mampu membangun keterhubungan data antardaerah dan antarinstansi, sehingga kebijakan pembangunan di Kalsel dapat disusun secara lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.
Sumber : MC Kalsel














