Menu

Mode Gelap
Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha Kandang Ayam dan Truk Terbakar di Pelaihari, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah Kabut Asap Karhutla Ganggu Pengendara di Jalur Tanah Laut–Banjarbaru, Polisi Beri Imbauan Karhutla Berkobar di Liang Anggang Banjarbaru, Jalur Banjarbaru–Bati-Bati Ditutup Total Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti

ADVERTORIAL · 3 Sep 2026 20:30 WIB

Berlakukan Status Siaga Karhutla hingga 30 September, Lahan Terdampak Di Kabupaten Banjar Mencapai 1.000 Hektare


 Berlakukan Status Siaga Karhutla hingga 30 September, Lahan Terdampak Di Kabupaten Banjar Mencapai 1.000 Hektare Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar masih menetapkan status siaga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga 30 September 2026. Status tersebut diberlakukan sejak 15 Juli 2026 dan masih terbuka kemungkinan diperpanjang apabila kondisi karhutla di lapangan belum menunjukkan perbaikan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, pada Kamis (3/9/2026) mengatakan penetapan status tersebut menjadi dasar pemerintah daerah dalam mengoptimalkan penanganan karhutla yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah.

Status penanganan belum dinaikkan menjadi tanggap darurat karena kondisi yang ada masih ditangani melalui mekanisme status siaga dengan dukungan sumber daya dan anggaran yang tersedia serta melihat kondisi ekonomi masyarakat.

“Status itu sesuai dengan SK Bupati Nomor 312, dari 15 Juli sampai 30 September. Kalau masih parah, bisa diperpanjang,” ujarnya.

Menurut Wasis, penanganan karhutla di Kabupaten Banjar telah berlangsung kurang lebih dua bulan. Berdasarkan cakupan lahan yang terdampak, luasnya telah mencapai lebih dari 1.000 hektare.

Sejumlah kawasan masih menjadi perhatian petugas, di antaranya wilayah Gambut, termasuk kawasan Gubernur Sarkawi dan Desa Guntung Ujung. Kemudian di Kecamatan Sungai Tabuk terdapat beberapa titik yang turut dipantau seperti Pematang dan Gudang Tengah.

Untuk memperkuat penanganan di lapangan, BPBD Kabupaten Banjar telah membentuk tiga posko, terdiri dari satu posko induk dan dua posko lapangan. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi berbagai unsur yang terlibat dalam penanggulangan karhutla.

“Di posko ini ada unit DRC, TNI-Polri, PMI, Tagana dan relawan bergabung menjadi satu. Itu pun dibantu juga oleh komponen lainnya seperti damkar dan BPK swasta,” jelasnya.

Wasis menyebut kolaborasi dengan berbagai unsur, termasuk barisan pemadam kebakaran swasta, sangat membantu proses penanganan. Dukungan relawan dan petugas di lapangan terus dioptimalkan untuk merespons titik-titik kebakaran yang muncul.

Saat ini, sekitar 50 personel tergabung dalam penanganan melalui tiga posko tersebut. BPBD juga memberikan dukungan konsumsi bagi personel dan relawan yang bertugas menggunakan anggaran yang tersedia untuk penanganan bencana.

Di sisi lain, Wasis mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengartikan setiap hotspot sebagai titik kebakaran. Sebab, hotspot merupakan indikasi titik panas yang dapat muncul akibat berbagai faktor dan belum tentu menunjukkan adanya api di lokasi tersebut.

“Hotspot itu titik panas, bukan titik api. Itu banyak faktor, bukan berarti di situ ada api. Tidak mencerminkan kondisi titik api di lokasi,” katanya.

Karena itu, setiap informasi mengenai hotspot tetap perlu diverifikasi melalui pengecekan langsung di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya, termasuk apakah terdapat api maupun asap yang membutuhkan penanganan.

Dengan status siaga yang masih berlaku hingga akhir September, BPBD Kabupaten Banjar terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mengantisipasi perkembangan karhutla. Apabila kondisi belum membaik, masa status tersebut dapat diperpanjang sesuai kebutuhan penanganan di lapangan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Bupati Kotabaru Sampaikan Rancangan APBD 2027 Rp4,87 Triliun

7 September 2026 - 19:25 WIB

Pemkab Kotabaru Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah

7 September 2026 - 13:27 WIB

Puluhan Atlet Uji Kemampuan & Mental Di Ajang Festival Karate INKAI Kotabaru

6 September 2026 - 18:17 WIB

Pemko Banjarmasin Borong Dua Penghargaan Terbaik I Pemda Berprestasi 2026

4 September 2026 - 20:52 WIB

Genjot Pembangunan Infrastruktur Pengendalian Banjir, Warga Banjarbaru Apresiasi Gebrakan Drainase

4 September 2026 - 20:49 WIB

Pelopor Desa Anti Maladministrasi, Komisi II DPR RI Dorong Perluasan Program di Kabupaten Banjar

4 September 2026 - 20:47 WIB

Trending di ADVERTORIAL