Menu

Mode Gelap
Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

Kab. Banjar · 24 Jul 2025 14:00 WIB

BPBD Banjar Hitung Angka Ketahanan Daerah, Tentukan Arah Kebijakan


 BPBD Banjar Hitung Angka Ketahanan Daerah, Tentukan Arah Kebijakan Perbesar

Riceknews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mulai menghitung secara mandiri Indeks Ketahanan Daerah (IKD) atau angka ukur kemampuan daerah dalam menanggulangi bencana.

Dalam Rakor Perhitungan Mandiri Indeks Ketahanan Daerah tahun 2025 di Hotel Roditha Banjarbaru, Kamis (24/7/2025), Sekda Banjar, Mokhamad Hilman mengatakan, IKD sangat terkait dengan Indeks Risiko Bencana (IRB).

“Secara teknis, ketika nilai IKD meningkat maka nilai IRB akan menurun. Hubungan inilah yang menjadikan proses perhitungan IKD sangat strategis bagi pembangunan,” ujar Hilman saat membuka kegiatan rakor.

Hilman melanjutkan, terdapat 71 indikator sebagai alat ukur penghitungan IKD dan tujuh prioritas kebencanaan yang harus diperhatikan.

“Sebagai contoh, peningkatan skor kesiapsiagaan masyarakat sebesar 10 poin bisa menurunkan IRB hingga 5 poin. Ini adalah kalkulasi yang harus jadi bahan pertimbangan OPD (Organisasi Peringkat Daerah),” lanjutnya.

Ia menambahkan, beberapa indikator kritis seperti kapasitas evakuasi dan sistem peringatan dini masih menjadi tantangan. Menurutnya, peningkatan pada aspek itu akan sangat mendukung penurunan IRB yang saat ini menjadi salah satu Indeks Kinerja Utama (IKU) Bupati.

“Penurunan IRB adalah salah satu IKU Bupati. Artinya, dengan meningkatkan IKD melalui rakor ini, kami juga turut mendorong keberhasilan kinerja pemerintahan Kabupaten Banjar secara keseluruhan,” tambahnya.

Maka dari itu, perhitungan IKD menjadi proses krusial yang akan berpengaruh langsung terhadap kebijakan pembangunan.

“Kualitas data menjadi penentu utama dalam proses ini. Saya minta seluruh OPD memberikan data yang akurat, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Melalui Budidaya Semangka Non Biji, Desa Gunung Ulin Kembangkan Ketahanan Pangan

18 Mei 2026 - 18:08 WIB

Pemkab Banjar Dukung Penuh Kontingen Atlet Berlaga di Popda Kalsel 2026

17 Mei 2026 - 19:19 WIB

Dukung Program Presiden, Kabupaten Banjar Siapkan 51 Lahan untuk Koperasi Merah Putih

17 Mei 2026 - 18:45 WIB

PSSI Banjar Seleksi Talenta Muda Melalui Festival Sepak Bola KU 10 & KU 12

16 Mei 2026 - 19:56 WIB

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Posyandu Balita Desa Simpang Tiga Aktif Cegah Stunting

16 Mei 2026 - 19:50 WIB

Dengan Telemedicine KOMEN, RSUD Ratu Zalecha Pantau Anak Berisiko Stunting

16 Mei 2026 - 19:40 WIB

Trending di DAERAH