Menu

Mode Gelap
Kabut Asap Karhutla Selimuti Bati-Bati hingga Banjarbaru, Pengendara Pilih Berhenti Polisi Amankan Pria Diduga Pelaku Begal Payudara di Martapura, Akui Beraksi di 7 Lokasi Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru

DAERAH · 16 Mei 2026 19:40 WIB

Dengan Telemedicine KOMEN, RSUD Ratu Zalecha Pantau Anak Berisiko Stunting


 Dengan Telemedicine KOMEN, RSUD Ratu Zalecha Pantau Anak Berisiko Stunting Perbesar

Ricek.ID – Layanan telemedicine KOMEN (Konsultasi Medis Online) milik Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai dimanfaatkan untuk memantau kasus anak stunting di Kabupaten Banjar. Pemanfaatan layanan tersebut berlangsung di Poliklinik Gizi Klinik RSUD Ratu Zalecha pada Rabu (13/5/2026).

Dalam rilis pada Sabtu (16/5/2026), Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUD Ratu Zalecha, dr. Taufik Rahmadi, mengatakan aplikasi telemedicine KOMEN dapat membantu dokter rumah sakit dalam memberikan layanan konsultasi medis secara daring.

“Pemanfaatan aplikasi ini mempermudah layanan konsultasi medis secara online,” ujarnya.

Taufik menjelaskan saat ini penggunaan layanan telemedicine di RSUD Ratu Zalecha masih difokuskan pada penanganan kasus anak stunting di Kabupaten Banjar.

Menurutnya, layanan telemedicine tersebut sementara dijadwalkan setiap Rabu dan Kamis. Program ini menjadi bagian dari pemantauan anak berisiko stunting melalui kolaborasi antara RSUD Ratu Zalecha, Dinas Kesehatan, dan puskesmas di wilayah Kabupaten Banjar.

Selain itu, Taufik mengimbau para orang tua agar aktif memantau pertumbuhan anak dengan rutin membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk melakukan penimbangan berat badan setiap bulan.

“Partisipasi orang tua untuk selalu membawa anaknya ditimbang berat badannya setiap bulan. Jika berat badan tidak naik pada penimbangan bulan kedua, maka anak tersebut diprioritaskan mendapatkan intervensi pencegahan stunting agar dapat ditangani lebih cepat,” jelasnya.

Melalui pemanfaatan telemedicine KOMEN, diharapkan proses pemantauan dan intervensi kasus stunting dapat dilakukan lebih cepat, efektif, serta menjangkau lebih banyak masyarakat.

Sumber : Media Center Banjar

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Kabut Asap Masih Selimuti Jalur Tala-Banjarbaru, Pemdes Gunung Raja Bagikan Masker kepada Pengendara

20 Agustus 2026 - 16:25 WIB

Polres Tanah Laut Gelar Salat Istisqa, Berdoa di Tengah Kemarau dan Ancaman Karhutla

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Masuki Usia 76 Tahun, Kabupaten Banjar Perkokoh Posisi sebagai Lumbung Pangan Kalsel

18 Agustus 2026 - 15:58 WIB

299 Warga Binaan Rutan Pelaihari Terima Remisi HUT ke-81 RI, 6 Langsung Bebas

18 Agustus 2026 - 11:21 WIB

Tutup Kalsel Expo 2026, Gubernur Muhidin Dorong UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Daerah

18 Agustus 2026 - 07:56 WIB

Banjarbaru Teguhkan Komitmen Wujudkan Kota Maju & Sejahtera dalam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI

18 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Trending di Banjarbaru