Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

ADVERTORIAL · 14 Mei 2026 17:32 WIB

Disdag Kalsel Gelar Sidak ke SPBU, Pastikan Penjualan Biosolar Bersubsidi Tepat Sasaran


 Disdag Kalsel Gelar Sidak ke SPBU, Pastikan Penjualan Biosolar Bersubsidi Tepat Sasaran Perbesar

Ricek.ID – Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan (Disdag Kalsel) bersama Forkopimda Kalsel terkait laksanakan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk memastikan distribusi biosolar bersubsidi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Kepala Disdag Kalsel Ahmad Bagiawan di Banjarmasin pada Kamis (14/5/2026) mengatakan dari hasil sidak yang dilakukan pada hari ini, pihaknya mengunjungi tujuh SPBU dan seluruhnya terpantau dalam kondisi aman dengan antrean kendaraan yang berjalan tertib.

“Dari hasil sidak hari ini di tujuh SPBU yang kami kunjungi, alhamdulillah semuanya lancar. Antreannya juga sesuai dan tertib. Kita berharap kondisi seperti ini bisa terus berlangsung ke depannya,” ujarnya.

Bagiawan menjelaskan dari sisi pengawasan perdagangan, pihaknya menekankan agar biosolar subsidi dengan harga Rp6.800,00 per liter benar-benar digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

“Biosolar yang dijual dengan harga subsidi itu harus tepat sasaran. Jangan sampai digunakan untuk kegiatan lain seperti industri. Subsidi ini diperuntukkan bagi kendaraan, mobil ataupun truk yang memang digunakan sebagai sarana transportasi dan angkutan,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Disdag Kalsel juga mengingatkan seluruh pengelola SPBU terkait pembentukan Satgas BBM yang bertujuan memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar bersubsidi di lapangan.

“Kami sudah menyampaikan kepada seluruh pihak SPBU bahwa akan ada Satgas BBM. Tujuannya agar SPBU benar-benar menyalurkan BBM kepada pihak yang berhak. Jika terbukti menyalahgunakan penyaluran biosolar subsidi, tentu ada risiko hukum hingga penutupan operasional SPBU,” katanya.

Menurut Bagiawan, pengawasan distribusi biosolar tidak hanya melibatkan Disdag, tetapi juga sejumlah instansi lain seperti Badan Intelijen Strategis, Dinas Perhubungan, Dinas Kelautan dan Perikanan, aparat kepolisian, TNI AD serta TNI AL. Seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga turut dilibatkan dalam pengawasan tersebut.

“Pengawasan ini melibatkan banyak pihak agar distribusi biosolar subsidi benar-benar berjalan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan di lapangan,” tambahnya.

Ke depan, sidak serupa akan terus dilakukan secara bertahap ke seluruh kabupaten di Kalsel yang memiliki SPBU. Jadwal kunjungan akan disusun untuk memastikan pengawasan berlangsung merata.

“Harapan kami jelas, distribusi biosolar subsidi berjalan lancar, tepat sasaran, dan tidak ada lagi antrean panjang yang menyulitkan para sopir. Kami juga ingin memastikan tidak ada praktik pungutan liar di SPBU maupun penjualan kepada penimbun atau pihak industri yang tidak berhak menerima subsidi,” pungkas Bagiawan.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

PLN dan LPKSM Borneo Kalimantan Perkuat Edukasi Digital bagi Pelaku UMKM

25 September 2026 - 19:29 WIB

Bea Cukai Kotabaru Musnahkan 612 Ribu Batang Rokok Ilegal dan 154 Liter MMEA

24 September 2026 - 19:15 WIB

HUT ke-81 TNI, Lanal Kotabaru Bagikan Sembako kepada Masyarakat

24 September 2026 - 15:04 WIB

Dengarkan Suara Pelanggan, PLN Icon Plus Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan ICONNET

23 September 2026 - 19:09 WIB

PLN Icon Plus Regional Kalimantan Dorong Kepedulian Lewat Donor Darah

23 September 2026 - 11:10 WIB

Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

23 September 2026 - 07:34 WIB

Trending di HEADLINE