Menu ✖

Mode Gelap
Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan Alfamart di Gambut Terbakar, Pria Diduga Pembakar Tewas di Kamar Mandi Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla

ADVERTORIAL · 6 Okt 2026 18:45 WIB

DPRD Kotabaru Minta PLN Jelaskan Pemadaman Listrik Bergilir


 DPRD Kotabaru Minta PLN Jelaskan Pemadaman Listrik Bergilir Perbesar

Kotabaru- Pemadaman listrik bergilir yang kerap terjadi di Kabupaten Kotabaru menjadi perhatian DPRD setempat. DPRD Kabupaten Kotabaru menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT PLN (Persero) ULP Kotabaru untuk meminta penjelasan terkait kondisi kelistrikan tersebut.

RDP dipimpin Wakil Ketua I DPRD Kotabaru, Awaludin, di ruang rapat gabungan DPRD, Senin (5/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, DPRD menekankan pentingnya keterbukaan informasi dari PLN, terutama mengenai penyebab gangguan, kondisi pasokan listrik, serta langkah penanganan yang dilakukan.

Awaludin berharap proses perbaikan dan optimalisasi sistem kelistrikan dapat segera diselesaikan sehingga pemadaman tidak terus berulang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

“Kami berharap proses perbaikan dan optimalisasi sistem dapat segera rampung, sehingga pemadaman listrik tidak terus berulang,” ujarnya.

Manager PLN ULP Kotabaru Kota, M. Reza, menjelaskan gangguan listrik yang terjadi dipicu masalah pada sejumlah pembangkit dalam sistem interkoneksi kelistrikan Kalimantan.

Menurutnya, sistem kelistrikan Kotabaru saat ini terhubung dengan wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah hingga sebagian Kalimantan Barat. Kondisi tersebut membuat gangguan pada pembangkit di satu wilayah dapat berdampak terhadap pasokan listrik di wilayah lainnya.

“Gangguan sempat terjadi pada tiga PLTU di wilayah Kalselteng, yakni PLTU Asam-Asam, PLTU TKS, dan PLTU TPI. Setelah itu pulih, muncul gangguan baru di tiga PLTU di Kalimantan Timur, yaitu PLTU CFNS, Indoka, dan Senipah,” jelas Reza.

Suplai Berkurang, Pemadaman Bergilir Diterapkan

Reza mengatakan, dalam kondisi normal, Kalimantan Timur menyuplai daya sekitar 70 megawatt (MW) ke Kalimantan Selatan.

Namun, gangguan pada sejumlah pembangkit menyebabkan pasokan daya berkurang. Untuk menjaga kestabilan sistem kelistrikan, PLN kemudian menerapkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah.

Sebagai langkah penanganan, PLN berencana menambah kapasitas daya sebesar 150 MW secara bertahap hingga akhir tahun melalui pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).

Saat ini, sekitar 10 MW kapasitas PLTD telah terpasang di Batulicin dan menjadi bagian dari upaya menambah pasokan daya pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Selain penambahan kapasitas pembangkit, PLN juga berupaya mengatur pola pemadaman dengan mengalihkan sebagian beban ke sektor industri.

Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan dampak pemadaman terhadap masyarakat umum, sembari menunggu kondisi sistem kelistrikan kembali stabil.

 

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

HUT TNI ke-81, Kapolres Tanah Laut Beri Kejutan untuk Dandim

6 Oktober 2026 - 18:55 WIB

DPRD Kotabaru Rekomendasikan Penghitungan Ulang Suara Tidak Sah Pilkades Sampanahan

6 Oktober 2026 - 18:41 WIB

Ketua DPRD Kotabaru Apresiasi Pengabdian TNI di HUT ke-81

6 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Kapolres Tanah Laut Ingatkan Personel Hindari Pelanggaran

6 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Terima Kunjungan Kedutaan Besar Belanda, Pemprov Kalsel Siapkan Surat Permohonan Pengembalian Benda Bersejarah

5 Oktober 2026 - 19:44 WIB

Gubernur Kalsel Minta Kepala Sekolah Pastikan Tak Ada Pungutan Liar hingga Penggunaan BOS Sesuai Pertanggungjawaban

5 Oktober 2026 - 19:38 WIB

Trending di ADVERTORIAL