Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

HEADLINE · 28 Agu 2024 13:11 WIB

Enam Tahun Alami Traumatis, Akhir Pria di Bincau Martapura Diduga Bundir


 Evakuasi pria tewas berinisial R asal Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar, diduga bunuh dini, Selasa (28/8). foto-haris Perbesar

Evakuasi pria tewas berinisial R asal Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar, diduga bunuh dini, Selasa (28/8). foto-haris

Penemuan mayat dengan kondisi tergantung dalam rumah gegerkan warga Desa Bincau, Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa (27/8/2024) siang.

Korban warga setempat berinisial R (31) diduga tewas bunuh diri (bundir). Kesehariannya bekerja di Bank Sampah.

Di rumah itu, korban hanya tinggal berdua dengan kaka kandungnya bernama Masrifah (48), sekaligus orang pertama yang menemukan adiknya tewas.

Kronologisnya, ketika Masrifah pulang bekerja sebagai petugas kebersihan di Pasar Martapura sekira jam 11.00 Wita. Adapun adiknya memang selalu pulang lebih awal.

“Sampai rumah pintu terkunci dari dalam, saya lantas mengetuk pintu sampai menggedor, tapi tidak ada sahutan,” kata Masrifah saat di ruang jezanah RSUD Ratu Zalecha Martapura.

Saat itu, ia hanya menyangka adiknya sedang tidur pulas. Namun, hari itu ada yang beda dari biasanya, yaitu sepatu bekerja adiknya tidak dicuci dan dirapikan.

“Karena saya juga kelelahan usai bekerja, saya memilih tidur dulu di teras rumah sambil menunggu pintu dibuka,” tuturnya.

Selepas zuhur, Masrifah bangun. Mengetahui pintu rumah masih terkunci ia merasa ada janggal.

“Saya langsung menuju belakang rumah, membuka paksa jendela kamar adik saya,” ungkapnya.

Berhasil membuka paksa jendela, alangkah terkejutnya Masrifah melihat adiknya sudah tewas dengan posisi tergantung.

“Saat itu saya langsung teriak histeris minta tolong,” kata Masrifah.

Jauh ke belakang, korban diduga mengalami peristiwa traumatis. Masrifah bercerita, 6 tahun silam adiknya menjadi korban perundungan oleh tetangga.

“Adik saya dipukuli dan dibully tetangga. Mereka satu keluarga memukuli adik saya,” kata Masrifah.

Setelah kejadian itu, ia bersama adiknya pindah rumah ke RT sebelah, masih satu desa. Meski sudah 6 tahun pindah rumah adiknya masih merasa kena teror oleh pelaku.

“Sampai pagi terakhir tadi, adik saya masih curhat tentang perasaan cemasnya,” ungkapnya.

Masrifah menuturkan, adiknya sempat bergumam bahwa ingin menginggal secara baik – baik.

“Ternyata adik saya mengakhir hidupnya seperti ini,” ucap Masrifah.

Di sisi lain, Masrifah, juga enggan adiknya diautopsi, sehingga usai visum luar di ruang jenazah, korban langsung dibawa ke rumah duka.

Sementara, Kasi Humas Polres Banjar AKP Suwarji menerangkan, berdasar pemeriksaan awal yang dilakukan oleh Dokter Ahya Ramadhana, bahwa indikasi kuat korban tewas akibat gantung diri.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gasak Sejumlah Barang Di Universitas NU Kalsel, Polres Banjar Ringkus ICR

8 Mei 2026 - 19:51 WIB

Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

8 Mei 2026 - 19:15 WIB

Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

7 Mei 2026 - 09:20 WIB

Kalsel Kembali Berduka, KH. Husin Naparin Tutup Usia

6 Mei 2026 - 17:38 WIB

Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban

6 Mei 2026 - 13:30 WIB

Jaga Profesionalitas Anggota, Polri Tegaskan Larangan Live Streaming Saat Bertugas

5 Mei 2026 - 22:30 WIB

Trending di HEADLINE