Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

DAERAH · 29 Okt 2025 14:34 WIB

Gubernur Kalsel Bantah Menkeu Purbaya Soal Dana Mengendap


 Gubernur Kalsel H Muhidin mengklarifikasi pernyataan Menkeu Pubaya Yudhi Sadewa soal dana mengendap Rp5,16 triliun di perbankan. (MC Kominfo Kalsel) Perbesar

Gubernur Kalsel H Muhidin mengklarifikasi pernyataan Menkeu Pubaya Yudhi Sadewa soal dana mengendap Rp5,16 triliun di perbankan. (MC Kominfo Kalsel)

Banjarbaru, Ricek.ID – Anggaran APBD Kota Banjarbaru Rp5,16 triliun yang disebut Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengendap di perbankan, ternyata sebagian besarnya adalah milik Pemprov Kalimantan Selatan, Rp4,746 triliun.

Baru ketahuan setelah Pemko Banjarbaru dan Pemprov Kalsel melakukan penelusuran, yang ternyata terjadi salah input data sandi oleh pihak Bank Kalsel.

“Sandi nasabah provinsi adalah S13-1301L, sementara Banjarbaru S13-1302L. Karena salah input kode, maka sempat terbaca sebagai milik Banjarbaru. Namun hal itu sudah diluruskan oleh Bank Kalsel dan diklarifikasi ke kementerian,” ujar Gubernur Kalsel H Muhidin, dalam konferensi pers di Bank Kalsel, Selasa (28/10/2025).

Gubernur Muhidin menjelaskan bahwa dana sebesar Rp4,746 triliun tersebut ditempatkan di Bank Kalsel dalam bentuk deposito Rp3,9 triliun dan giro Rp846,3 miliar.

“Kita perlu meluruskan, bahwa dana Rp4,7 triliun ini bukan dana mengendap sebagaimana dikatakan oleh Menteri Keuangan. Dana ini adalah milik Pemprov Kalsel yang ditempatkan di Bank Kalsel dalam rangka manajemen kas daerah,” ucap Muhidin.

Menurutnya, penempatan dana ini memberikan keuntungan signifikan bagi daerah. Dalam bentuk deposito, memberikan bunga sebesar 6,5 persen.

“Artinya, setiap bulan kita memperoleh keuntungan sekitar Rp21 miliar dari deposito, yang langsung masuk ke kas daerah sebagai pendapatan lain-lain. Di bank lainnya ada yang memberikan bunga lebih besar, tapi kami ingin membantu Bank Kalsel sebagai bank daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa dana tersebut bukan ‘uang tidur’ karena secara berkala digunakan untuk belanja daerah.

Muhidin mengungkapkan, hingga 28 Oktober 2025, Pemprov Kalsel telah melakukan penarikan sekitar Rp268 miliar untuk pembayaran kegiatan dan proyek yang telah berjalan.

“Jadi uang ini bergerak. Tidak ada istilah dana mengendap. Setiap ada kegiatan yang selesai, kita cairkan melalui giro. Proyek-proyek strategis juga terus berjalan. Ini bagian dari sistem pengelolaan keuangan yang transparan dan efisien,” ujar Muhidin.

Menyikapi pernyataan Menteri Menkeu Purbaya, Gubernur Muhidin menyayangkan penyebutan dana mengendap yang dinilainya tergesa-gesa dan menimbulkan kesalahpahaman publik.

“Jadi apa yang dikatakan Menteri Purbaya ini tidak ada kebenarannya. Artinya jangan sampai jadi koboi yang salah tembak. Salah tembak Kalimantan Selatan. Jangan lah menteri ini statementnya terbuburu kepada masyarakat, akhirnya kita kacau,” pungkas Muhidin.

Pewarta: Hendra Lianor

Artikel ini telah dibaca 38 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Ratusan Goweser Banua Ikuti MTB Fun Enduro

10 Mei 2026 - 19:14 WIB

Rayakan HUT ke-1, Amanah Medical Centre Banjarmasin Gelar Fun Walk

10 Mei 2026 - 19:05 WIB

Wali Kota Banjarmasin Buka Puncak Festival Teluk Kelayan Musik Sampah 2026

10 Mei 2026 - 18:34 WIB

309 Jamaah Haji Kotabaru Diberangkatkan, Jamaah Termuda Baru 18 Tahun

10 Mei 2026 - 14:39 WIB

Bupati Kotabaru Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 H. Andi Arsyad Petta Tahang

10 Mei 2026 - 09:00 WIB

Siap Jadi Pusat Sport Tourism Nasional, Gubernur Kalsel Buka Banua Rally 2026

9 Mei 2026 - 19:05 WIB

Trending di ADVERTORIAL