Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

Pemprov Kalsel · 24 Nov 2025 15:25 WIB

Hadapi Musim Penghujan, Dinsos Kalsel Perkuat Kampung Siaga Bencana dan Lumbung Sosial


 Hadapi Musim Penghujan, Dinsos Kalsel Perkuat Kampung Siaga Bencana dan Lumbung Sosial Perbesar

Banjarmasin, Ricek.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Dinas Sosial (Dinsos) terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana memasuki musim penghujan. Upaya ini diwujudkan melalui pembentukan Kampung Siaga Bencana (KSB) dan penguatan kembali lumbung-lumbung sosial di tingkat Kabupaten/Kota.

Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Achmadi, menjelaskan bahwa langkah tersebut sangat tepat dilakukan pada masa peralihan cuaca saat ini.

“KSB ini tepat sekali kita lakukan untuk membentuk Kampung Siaga Bencana, karena kita sudah melewati musim kemarau dan akan memasuki musim penghujan,” kata Achmadi, Senin (24/11).

Menurut Achmadi, wilayah Kalsel saat ini berada pada masa pancaroba. Berdasarkan informasi dari BMKG, musim penghujan diperkirakan masuk pada Desember hingga Januari. Oleh karena itu, Kementerian Sosial bersama Dinsos Provinsi Kalsel memperkuat berbagai titik kesiapsiagaan di daerah.

Pengisian Lumbung Logistik Melalui Skema APBN dan APBD

Selain pembentukan KSB, Dinsos juga melakukan pendataan kondisi lumbung-lumbung sosial, khususnya yang logistiknya mulai menipis atau kosong.

“Lumbung-lumbung sosial yang kosong akan segera kita isi melalui Kementerian Sosial. Komunikasi sudah kami lakukan, tinggal menunggu laporan dari Dinas Sosial Kabupaten/Kota,” ucap Achmadi.

Ia menjelaskan bahwa pengisian logistik dilakukan melalui skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara saling melengkapi.

“Bantuannya berbeda. Yang tidak ada di APBD, ada di APBN. Kita saling mengisi agar bantuan tidak overlap, tidak double,” jelasnya.

Achmadi menegaskan bahwa secara prinsip, seluruh personel hingga peralatan telah dipersiapkan, mengingat bencana datang tanpa bisa diprediksi. Penguatan logistik difokuskan di dua titik utama: lumbung sosial di Desa/Kecamatan dan gudang logistik di Dinsos Kabupaten/Kota.

“Yang penting Dinas Sosial Kabupaten/Kota rutin menyampaikan laporan penggunaan barang dan pertanggungjawaban,” tambahnya.

Achmadi juga mengingatkan bahwa ada kegiatan dan anggaran tertentu yang tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/Kota melalui APBD masing-masing.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Ikuti PENAS Petani Nelayan XVII Gorontalo 2026, Kalsel Raih Sejumlah Prestasi Membanggakan

26 Juni 2026 - 18:19 WIB

Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru Gelar Open House, Kenalkan Program Ini bagi Masyarakat Umum

26 Juni 2026 - 18:02 WIB

Kemenko Polkam RI Sebut Sekolah Rakyat Efektif Memutus Mata Rantai Kemiskinan

26 Juni 2026 - 17:59 WIB

Diskominfo Kalsel Siap Dukung Lion Air Publikasikan Pembukaan Rute Internasional Banjarmasin–Kuala Lumpur

25 Juni 2026 - 21:58 WIB

Trending di ADVERTORIAL