Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DAERAH · 11 Feb 2026 22:03 WIB

Haiwah Berjuang Lawan Penyakit Hidrosefalus dan Meningitis di Martapura


 Haiwah Berjuang Lawan Penyakit Hidrosefalus dan Meningitis di Martapura Perbesar

‎Martapura, Ricek.ID – Haiwah, anak kecil dari Martapura kini berjuang melawan penyakit Hidrosefalus dan Meningitis yang bermula dari bisul tumbuh di hidungnya, Selasa (10/2/2026).

‎Usai bisul pecah, kondisi Haiwah memburuk. Lalu dirinya kehilangan kesadaran, tubuhnya lemas, tidak bisa bergerak, dan tanpa mampu berbicara.

‎Hasil pemeriksaan medis menunjukkan Haiwah menderita meningitis, yakni peradangan serius pada selaput pelindung otak dan sumsum tulang belakang, kemudian memicu hidrosefalus atau penumpukan cairan di otak. Kondisi tersebut membuat Haiwah harus menjalani operasi dan perawatan intensif yang panjang.

‎Sejak Desember 2025 hingga Februari 2026, Haiwah tercatat sudah empat kali dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat akibat kondisi kritis, terutama sesak napas. Saat ini, Haiwah kembali dirawat dan telah memasuki hari ke-11 perawatan di Rumah Sakit Idaman Kota Banjarbaru.

‎Kondisi Haiwah sampai ke Warhamni, Tokoh Masyarakat Kabupaten Banjar. Ia mengaku langsung tergerak hatinya setelah menerima informasi melalui pesan WhatsApp.

‎“Ulun menerima kabar ini di WA dan langsung terpanggil hati nurani melihat kondisi anak ini serta kehidupan orang tuanya. Tanpa banyak berpikir, ulun langsung berupaya mengambil beberapa langkah,” ujar Warhamni.

‎Langkah pertama yang dilakukan Warhamni adalah menghubungi sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar, termasuk Sekretaris Daerah serta kepala-kepala dinas terkait. Selain itu, ia juga menyampaikan kondisi Haiwah kepada beberapa pengusaha yang memiliki kepedulian sosial.

‎“Kita berharap semua komponen, khususnya Pemerintah Kabupaten Banjar dan para dermawan, bisa bersama-sama membantu meringankan beban penderitaan anak ini. Ini bukan hanya soal pengobatan, tapi soal menjaga masa depan dan kemampuan anak-anak kita,” lanjutnya.

‎Warhamni juga menjelaskan kondisi ekonomi keluarga Haiwah yang sangat terbatas. Kedua orang tua Haiwah, Muhdani dan Helda, merupakan warga tidak mampu yang sehari-hari berjualan buah di Jalan Veteran, tepatnya di seberang Rumah Sakit Raza Martapura.

‎“Orang tuanya ini hanya berjualan buah di pinggir jalan. Sejak anaknya sakit dan tidak bisa ditinggal, mereka tidak bisa lagi bekerja. Semua tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun sudah habis, bahkan perhiasan ibunya juga sudah terjual,” ungkap Warhamni.

‎Untuk menunjang perawatan Haiwah di rumah, keluarga harus membeli tabung oksigen dengan biaya mencapai Rp2,5 juta. Selain itu, sejumlah obat dan vitamin tidak seluruhnya ditanggung BPJS. Bahkan ada obat dengan harga Rp300 ribu per butir yang seharusnya dikonsumsi setiap hari, namun hanya mampu dibeli satu kali.

‎Tak hanya itu, Haiwah juga membutuhkan susu khusus dengan harga ratusan ribu rupiah per kaleng serta terapi rutin ke rumah sakit, yang tentu membutuhkan biaya besar dan berkelanjutan.

‎Warhamni menyampaikan kabar baik bahwa Pemerintah Kabupaten Banjar telah merespons kondisi tersebut. Meski orang tua Haiwah tercatat memiliki KTP Pelaihari, namun diketahui telah lama tinggal di wilayah Kabupaten Banjar.

‎“Alhamdulillah, Pemkab Banjar sudah merespons dan membantu. Administrasi kependudukan juga sudah ditangani agar bantuan bisa diberikan secara maksimal,” ujarnya.

‎Atas nama orang tua dan keluarga Haiwah, Warhamni menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Banjar, para dermawan, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta bantuan.

‎“Kami mewakili orang tua dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemkab Banjar, para dermawan, dan semua pihak yang telah membantu. Semoga kepedulian ini menjadi jalan meringankan beban penderitaan dan memberi harapan bagi kelanjutan pengobatan Haiwah,” tutupnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Apresiasi Boxing Sport Tourism, Pemko Banjarbaru Berharap Dapat Promosikan Pariwisata Daerah

27 Juni 2026 - 04:52 WIB

Resmi Dibuka, Boxing Sport Tourism Aeris Hotel Sajikan 12 Partai Pertandingan

27 Juni 2026 - 04:46 WIB

Gubernur Kalsel Kunjungi RSUD Ansari Saleh, Tinjau Rencana Pembangunan Gedung Kedokteran Nuklir & Pusat Layanan Jantung Terpadu

26 Juni 2026 - 19:49 WIB

Dispora & FORSGI Kalsel Dorong Pembinaan Atlet melalui Festival Sepak Bola Usia Dini U-10 & U-12

26 Juni 2026 - 19:40 WIB

Bunda PAUD Banjarmasin Ajak Para Pendidik Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Mutu Layanan Pendidikan

26 Juni 2026 - 19:28 WIB

Di Buka Sekda Banjarmasin, Public Hearing Standar Pelayanan Disperdagin Serap Aspirasi Masyarakat

26 Juni 2026 - 19:25 WIB

Trending di Banjarmasin