Menu

Mode Gelap
Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar

KESEHATAN · 2 Jun 2026 19:31 WIB

Hanya 10 Persen yang Tersentuh Skrining, Menkes Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis


 Hanya 10 Persen yang Tersentuh Skrining, Menkes Soroti Rendahnya Deteksi Hepatitis Perbesar

Ricek.ID – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin soroti besarnya kesenjangan penanganan penyakit hati kronis di Indonesia dibandingkan target global Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), terutama dalam aspek deteksi dini dan akses pengobatan.

WHO menetapkan target 90 persen penderita Hepatitis ditemukan melalui skrining, serta 80 persen di antaranya mendapatkan tata laksana medis yang memadai. Namun, capaian Indonesia saat ini masih jauh dari harapan.

Menkes dalam dialog kesehatan Solid Habit Strong Liver di Jakarta pada Selasa (2/6/2026) menyampaikan, angka skrining di Indonesia baru mencapai sekitar 10 persen, sementara akses pengobatan berada pada kisaran 1 hingga 5 persen.

“Gap-nya masih sangat besar,” ujarnya.

Budi Gunadi Sadikin menekankan, kondisi tersebut menjadi tantangan serius mengingat estimasi jumlah penduduk yang terpapar hepatitis di Indonesia mencapai sekitar 70 juta jiwa. Rendahnya angka klaim kesehatan juga menunjukkan masih banyak kasus yang belum teridentifikasi dalam sistem layanan kesehatan nasional.

Pemerintah saat ini memperkuat strategi promotif dan preventif yang dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan pendekatan kuratif.

Sejumlah langkah telah dan sedang dijalankan, antara lain imunisasi Hepatitis B vaccination bagi tenaga kesehatan sejak 2023, serta profilaksis ibu hamil sejak 2024 melalui pemberian antivirus Tenofovir (TDF) untuk mencegah penularan dari ibu ke bayi.

Selain itu, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) diperluas pada 2025 untuk memperluas cakupan skrining nasional.

“Pada 2026, pemerintah menargetkan skrining menjangkau hingga 136 juta penduduk, mencakup pemeriksaan HBsAg serta deteksi dini fibrosis hati menggunakan metode APRI berbasis tes darah,” ungkapnya.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui kebijakan pelabelan gizi (nutritional labeling) guna mengendalikan konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) sebagai faktor risiko penyakit hati berbasis metabolik.

Secara global, penyakit hati kronis telah menyerang lebih dari 300 juta orang di dunia dengan angka kematian mencapai sekitar 2 juta jiwa per tahun, atau hampir empat kematian setiap menit.

Menkes menegaskan pentingnya deteksi dini karena penyakit hati berkembang secara bertahap, mulai dari peradangan, fibrosis, sirosis, hingga kanker hati. Percepatan skrining dinilai menjadi kunci untuk menghentikan progres penyakit sejak tahap awal.

“Dengan mempercepat deteksi dan pencegahan, kita bisa meningkatkan kualitas hidup dan angka harapan hidup masyarakat yang saat ini rata-rata sekitar 74 tahun,” ujar Budi.

Untuk itu, Menkes berharap penguatan strategi promotif dan preventif ini tidak hanya mengejar target WHO, tetapi juga memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional dalam jangka panjang.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tembus 3,08 Persen, Inflasi Tahunan Mei 2026 Didominasi Kenaikan Harga Pangan

2 Juni 2026 - 19:52 WIB

Undang Pengelola SPPG, DPKP Kalsel Siapkan Pelatihan Penggunaan Test Kit Keamanan Pangan

2 Juni 2026 - 19:48 WIB

Hari Susu Nusantara 2026 Perkuat Komitmen Pemenuhan Gizi Anak Indonesia

2 Juni 2026 - 19:40 WIB

Cegah Terjadinya Gratifikasi, KPK Perketat Pengawasan SPMB 2026

2 Juni 2026 - 19:19 WIB

Prabowo Tegaskan Pancasila Pedoman Membangun Bangsa, Tak Hanya Sekadar Slogan

1 Juni 2026 - 20:26 WIB

Musim Haji 2026 Berakhir, Kemenhaj Mulai Pulangkan Jemaah Haji Indonesia

1 Juni 2026 - 20:22 WIB

Trending di NASIONAL