Menu

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

EKOBIS · 8 Jul 2025 22:30 WIB

Harga Gas LPG 3Kg di Banjar Melonjak, Pemkab Sebut Distribusi Jadi Penyebabnya


 Raapt koordinasi antara Pemkab Banjar dengan para agen gas LPG, Selasa (8/7/2025). foto-Haris Perbesar

Raapt koordinasi antara Pemkab Banjar dengan para agen gas LPG, Selasa (8/7/2025). foto-Haris

Riceknews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar tengah menelusuri penyebab lonjakan harga gas LPG 3 kg bersubsidi yang meresahkan warga. Dugaan awal mengarah pada kendala distribusi dari agen ke pangkalan.

Untuk mengatasi masalah ini, Pemkab Banjar telah memanggil 17 agen gas LPG 3 kg untuk rapat koordinasi 10 di antanya yang hadir di Aula Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUMPP) Banjar, Selasa (8/7/2025).

Kepala Bagian Ekonomi Pemkab Banjar, Rachmad Ferdiansyah, menyatakan bahwa berdasarkan keterangan para agen, salah satu pemicu utama kenaikan harga adalah terhentinya pengantaran pada hari libur nasional atau tanggal merah.

“Distribusi gas melon (LPG 3 kg) berhenti pada hari libur. Akibatnya, pangkalan mengalami kekurangan stok. Meskipun pasokan diganti pada hari lain, kelangkaan sesaat ini memicu kenaikan harga di tingkat pengecer,” jelas Rachmad usai rapat.

Menurutnya, para agen mengakui adanya kendala dalam proses pendistribusian tersebut. Selain masalah distribusi, lanjut Rachmad, pemerintah juga mendalami beberapa kemungkinan lain, seperti potensi bertambahnya jumlah warga miskin yang berhak menerima subsidi atau stok gas yang memang berkurang dari pusat.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Banjar akan menggelar rapat bersama PT Pertamina Patra Niaga pada Senin (14/7) pekan depan.

“Dalam pertemuan itu, kami akan membahas penerbitan surat edaran yang mengatur sanksi bagi para pengecer yang menjual gas melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET),” tegasnya.

Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kemetrologian dan Bina Usaha DKUMPP Banjar, Rudy Mulyadi, mengimbau masyarakat untuk proaktif dalam melakukan pengawasan. Dari total 754 pangkalan yang ada di Kabupaten Banjar, ia meminta warga tidak segan melapor jika menemukan praktik culas.

“Jika masyarakat menemukan pangkalan yang ‘bermain’ harga, silakan rekam dalam bentuk foto atau video dan segera laporkan kepada kami. Kami akan menindaklanjutinya sesuai kewenangan,” seru Rudy.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Menkeu Suahasil Tegaskan Keuangan Negara Harus Sehat & Kredibel

14 September 2026 - 21:41 WIB

Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

14 September 2026 - 21:39 WIB

Lindungi Petani Hadapi El Nino, Kementan Alokasikan AUTP untuk 100 Ribu Hektare

13 September 2026 - 20:41 WIB

Menko Pangan Lepas Ekspor Bawang Merah Brebes ke Thailand

13 September 2026 - 20:39 WIB

BRI Dukung Industri Olahraga Berdampak bagi UMKM

12 September 2026 - 19:16 WIB

Perlindungan Konsumen: Membangun Ekosistem Perlindungan yang Terhubung

12 September 2026 - 11:52 WIB

Trending di ARTIKEL