Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

NASIONAL · 23 Jul 2026 19:22 WIB

Hingga 2029, Kemendikdasmen Target Operasikan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi


 Hingga 2029, Kemendikdasmen Target Operasikan 500 Sekolah Nasional Terintegrasi Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) percepat pemerataan pendidikan bermutu melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT), sebuah model layanan pendidikan baru yang dirancang tidak hanya menghadirkan sekolah berstandar nasional di daerah, tetapi juga menjadi pusat pengembangan mutu bagi sekolah-sekolah di sekitarnya.

Program tersebut merupakan amanat Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi. Pemerintah menargetkan pembangunan 500 layanan SNT secara bertahap hingga 2029 sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional.

Pada 2026, Kemendikdasmen mulai membangun SNT di 37 lokasi. Sebanyak 17 sekolah ditargetkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027, sedangkan 20 lokasi lainnya memasuki tahap pembangunan tahun ini dan akan menerima peserta didik mulai 2027.

Penetapan lokasi dilakukan melalui tahapan pengusulan, telaah dokumen, verifikasi dan validasi lapangan, hingga konfirmasi kesiapan lahan bersama pemerintah daerah. Skema tersebut disiapkan agar pembangunan sekolah benar-benar menjawab kebutuhan pendidikan di setiap wilayah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menegaskan SNT bukan sekadar proyek pembangunan sekolah baru. Program ini dirancang untuk mendekatkan layanan pendidikan berkualitas kepada masyarakat sekaligus menjadi penggerak peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“SNT merupakan ikhtiar negara untuk mendekatkan layanan pendidikan bermutu kepada anak-anak di daerah, mengembangkan potensi, minat, bakat, karakter, dan talenta murid secara optimal, serta menjadi pusat pertumbuhan mutu bagi sekolah-sekolah di wilayah sekitarnya,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis pada Kamis (23/7/2026).

Berbeda dengan satuan pendidikan pada umumnya, SNT mengintegrasikan layanan jenjang SMP dan SMA dalam satu ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Integrasi tersebut tidak hanya mencakup bangunan dan jenjang pendidikan, tetapi juga sistem pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan karakter, pengembangan talenta murid, pemanfaatan fasilitas bersama, hingga penjaminan mutu. Kemendikdasmen membangun SNT melalui tiga pilar transformasi, yakni transformasi infrastruktur, transformasi sumber daya manusia, serta transformasi karakter dan pembelajaran.

Menurut Abdul Mu’ti, SNT juga dirancang sebagai katalisator peningkatan mutu pendidikan di daerah, bukan sekolah yang berkembang secara eksklusif. Kehadirannya diharapkan menjadi pusat kolaborasi antarsekolah melalui laboratorium pembelajaran, pemanfaatan fasilitas secara bersama, pengimbasan praktik baik, pendampingan sekolah, hingga peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

“Keberhasilan SNT tidak hanya diukur dari capaian murid yang belajar di dalamnya, melainkan juga diukur dari semakin banyaknya guru yang berkembang keprofesioannya, meningkatnya sekolah yang saling berkolaborasi, dan bertumbuhnya mutu pendidikan di wilayah tersebut,” tegasnya.

Untuk mendukung operasional 17 SNT yang mulai melayani peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027, pemerintah menyiapkan kelas transisi di sejumlah lokasi, baik di bangunan baru milik Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN), Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen, maupun fasilitas belajar yang disediakan pemerintah daerah. Seluruh peserta didik yang diterima berasal dari daerah tempat SNT berada sehingga program ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan bermutu tanpa harus mendorong perpindahan murid ke daerah lain.

Kemendikdasmen memastikan proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung secara objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan akuntabel. Tahapan seleksi dijadwalkan berlangsung pada 21–24 Juli 2026, pengumuman hasil seleksi 3 Agustus 2026, sedangkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dimulai 10 Agustus 2026.

Masyarakat diimbau memperoleh informasi hanya melalui kanal resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, dinas pendidikan, maupun portal resmi SNT. Pemerintah juga menegaskan tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan ataupun memungut biaya di luar ketentuan.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan SNT akan didukung fasilitas pembelajaran modern, mulai dari smart classroom, green school, laboratorium dan sarana pembelajaran berstandar tinggi, future library and learning commons, studio seni kreatif, pusat pengembangan guru, pusat olahraga, hingga layanan transportasi antar-jemput di tingkat kabupaten.

Selain itu, setiap SNT akan menerapkan tiga lapis kurikulum, yakni kurikulum nasional sebagai fondasi, kurikulum kekhasan sekolah sebagai penguat, serta kurikulum berbasis potensi lokal. Dengan pendekatan tersebut, setiap sekolah dapat mengembangkan keunggulan sesuai karakteristik wilayahnya, seperti pertanian, perikanan, coding, kecerdasan artifisial (AI), maupun sektor unggulan lainnya.

“Nantinya setiap SNT memiliki kekhasan sesuai potensi daerah masing-masing. Pendekatan pembelajaran berbasis STEAMS dipadukan dengan pembelajaran mendalam yang didukung oleh digitalisasi pembelajaran dan pengayaan tingkat global,” kata Gogot.

Sementara itu Deputi III Kantor Staf Presiden, Yan Hiksas, menilai Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing di tingkat global.

Menurutnya, Indonesia pada masa depan tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga pada kualitas manusia yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi.

“Kita yakin bahwa Indonesia ke depan tidak hanya mengandalkan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif yang dipersiapkan melalui Sekolah Nasional Terintegrasi,” pungkasnya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Direktur FBI Kunjungi Presiden Prabowo, Perkuat Kerja Sama Repatriasi Artefak Budaya

23 Juli 2026 - 19:29 WIB

Menko Kumham Imipas Tegaskan Buronan Interpol Bukan Ulama Palestina

23 Juli 2026 - 19:25 WIB

Kampanye Pembatasan Gawai di HAN 2026, Kemendikdasmen Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

23 Juli 2026 - 19:19 WIB

Nanik Mengundurkan Diri, Presiden Prabowo Lantik Sudaryono sebagai Kepala BGN

22 Juli 2026 - 19:55 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Praspa 2026, Lantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri

22 Juli 2026 - 19:52 WIB

Komdigi Selesaikan Lelang Frekuensi, Pastikan Kehadiran Internet yang Lebih Cepat & Murah

22 Juli 2026 - 19:49 WIB

Trending di EKOBIS