Menu

Mode Gelap
Operasi SAR Berakhir, Korban Tenggelam di Sungai Martapura Depan Menara Siring Pandang Ditemukan Meninggal Dunia Tim SAR Gabungan Laksanakan Operasi Pencarian Seorang Pria Diduga Tenggelam di Sungai Martapura Mengaku Polisi, Pria Ini Raup Jutaan Rupiah dengan Iming-iming Kerja di Polres Banjarbaru DJP Kalsel-Teng Sita Lima Aset Tanah Tersangka Kasus Faktur Pajak Fiktif Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes

EKOBIS · 30 Jul 2025 12:58 WIB

Hj Nurgita Sebut Wanita di Desa Cukup Sejahtera Karena Menganut Patriarki


 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, saat jadi pemateri Peningkatan Kapasitas Kader TP-PKK, di Aula Dinas Pendidikan Banjar, Rabu (30/7/2025). Foto:Haris Perbesar

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, saat jadi pemateri Peningkatan Kapasitas Kader TP-PKK, di Aula Dinas Pendidikan Banjar, Rabu (30/7/2025). Foto:Haris

Riceknews.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas menyebut wanita di desa cukup sejahtera karena menganut sistem sosial patriarki yang sangat tinggi.

“Ah cukup sejahtera ya, karena memang mayoritas suaminya yang bekerja. Patriarki di tempat kita masih sangat tinggi,” ujar Nurgita kepada wartawan usai kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader TP-PKK, di Aula Dinas Pendidikan Banjar, Rabu (30/7/2025).

Nurgita mengatakan, penyebab patriarki masih sangat tinggi karena rata-rata wanita di desa berstatus ibu rumah tangga. “Termasuk saya, tetapi tentu saya memberi semangat selalu kepada wanita di desa sebagai ibu rumah tangga kami bisa berbuat banyak karena keleluasan waktu,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi saat ini sesuai dengan program keberlanjutan yang baru dari TP-PKK per 2025-2030 dengan bertujuan meningkatkan potensi desa melalui ketahanan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Saya ingin satu anggota PKK itu, satu PKK desa itu punya satu pelatihan yang disediakan dari dana desa, tapi berbeda dari pelatihan-pelatihan sebelumnya,” tambah Nurgita.

Nurgita melanjutkan, pelatihan untuk wanita di desa dalam hal ekonomi tidak hanya melalui proses pengolahan bahan mentah terus pengemasan saja.

“Tapi seperti bisa mengurus PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), sertifikasi halal, penyempurnaan kemasan, dan kurasi produk,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bila pelatihan dan terobosan itu terealisasi, maka produk dari setiap wanita di desa dapat dipasarkan melalui ritel modern. “Karena beberapa itu syarat dan ketentuannya,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Finalisasi Perpres Ekosistem Transportasi Digital, Pengemudi Ojol Akan Berstatus Pelaku Usaha Mikro

11 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Persemar Berhasil Kawinkan Dua Gelar, Bupati Banjar Berikan Bonus 25 Juta

11 Agustus 2026 - 19:36 WIB

Gubernur Kalsel Tinjau Pasar Tradisional HST, Harga Sejumlah Komoditas Bahan Pokok Naik Jelang Maulid

11 Agustus 2026 - 19:24 WIB

OJK Jadikan Penguatan Pasar Modal Indonesia Sebagai Prioritas Utama

11 Agustus 2026 - 10:27 WIB

Disdik Banjar Dorong Peningkatan Mutu Melalui Pendampingan Akreditasi Satuan PAUD 2026

11 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Investasi di Kabupaten Banjar Banjar Lampaui Target, Tiga Sektor Unggulan Jadi Pendorong Utama

11 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Trending di ADVERTORIAL