Menu ✖

Mode Gelap
Kejari Kotabaru Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Dana BOSP SMAN 1 Kotabaru Surat Permintaan Sumbangan Mengatasnamakan Pesantren At-Tarbiyah Beredar, Pemdes Jaruju Laut Beri Klarifikasi Gubernur Kalsel Siapkan Bonus bagi Pelapor Pelaku Karhutla Satu Korban KM Virgo Transport 8 Kembali Ditemukan Tim SAR Basarnas Perpanjang Operasi SAR KM Virgo Transport 8, 126 Korban Masih Dicari

EKOBIS · 30 Jul 2025 12:58 WIB

Hj Nurgita Sebut Wanita di Desa Cukup Sejahtera Karena Menganut Patriarki


 Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, saat jadi pemateri Peningkatan Kapasitas Kader TP-PKK, di Aula Dinas Pendidikan Banjar, Rabu (30/7/2025). Foto:Haris Perbesar

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas, saat jadi pemateri Peningkatan Kapasitas Kader TP-PKK, di Aula Dinas Pendidikan Banjar, Rabu (30/7/2025). Foto:Haris

Riceknews.id – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Banjar, Hj Nurgita Tiyas menyebut wanita di desa cukup sejahtera karena menganut sistem sosial patriarki yang sangat tinggi.

“Ah cukup sejahtera ya, karena memang mayoritas suaminya yang bekerja. Patriarki di tempat kita masih sangat tinggi,” ujar Nurgita kepada wartawan usai kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader TP-PKK, di Aula Dinas Pendidikan Banjar, Rabu (30/7/2025).

Nurgita mengatakan, penyebab patriarki masih sangat tinggi karena rata-rata wanita di desa berstatus ibu rumah tangga. “Termasuk saya, tetapi tentu saya memberi semangat selalu kepada wanita di desa sebagai ibu rumah tangga kami bisa berbuat banyak karena keleluasan waktu,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi saat ini sesuai dengan program keberlanjutan yang baru dari TP-PKK per 2025-2030 dengan bertujuan meningkatkan potensi desa melalui ketahanan ekonomi dan kesejahteraan keluarga.

“Saya ingin satu anggota PKK itu, satu PKK desa itu punya satu pelatihan yang disediakan dari dana desa, tapi berbeda dari pelatihan-pelatihan sebelumnya,” tambah Nurgita.

Nurgita melanjutkan, pelatihan untuk wanita di desa dalam hal ekonomi tidak hanya melalui proses pengolahan bahan mentah terus pengemasan saja.

“Tapi seperti bisa mengurus PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga), sertifikasi halal, penyempurnaan kemasan, dan kurasi produk,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bila pelatihan dan terobosan itu terealisasi, maka produk dari setiap wanita di desa dapat dipasarkan melalui ritel modern. “Karena beberapa itu syarat dan ketentuannya,” pungkasnya.

Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Polres Banjar Siagakan Tim Buru Api Marta Presisi Hadapi Karhutla

22 September 2026 - 12:59 WIB

Pemdes Pekauman Tetapkan Usulan Prioritas Musrenbang

21 September 2026 - 15:41 WIB

Pemdes Keramat Sosialisasikan Perda Pengelolaan Dana

18 September 2026 - 13:30 WIB

Terima Aspirasi Masyarakat, Pemkab Banjar Akan Segera Tindaklanjuti Tuntutan Warga Rantau Bakula

16 September 2026 - 20:08 WIB

TP Posyandu Kabupaten Banjar Bina 20 Desa Pilot Project Pelayanan 6 SPM

16 September 2026 - 19:12 WIB

Dorong Penguatan Sektor Pertanian, Bupati Banjar Kukuhkan KTNA 2026–2031

16 September 2026 - 19:09 WIB

Trending di ADVERTORIAL