Menu ✖

Mode Gelap
Polres Banjarbaru Sita 3,6 Kg Sabu, 13 Tersangka Ditangkap Tujuh Kabupaten di Kalsel Terima Bantuan Karhutla Rp80 Miliar dari Pusat Buruh Harian Tewas Dianiaya di Awang Bangkal Barat, Polisi Amankan Barang Bukti Polres Tanah Laut Ungkap 20 Kasus Narkoba Dalam Dua Bulan Karhutla Kabupaten Banjar 937 Kejadian di 6.100 Hektare Lahan

EKOBIS · 16 Mei 2026 20:24 WIB

Penerbitan Panda Bond Jadi Strategi Diversifikasi Pendanaan & Penguatan Rupiah


 Penerbitan Panda Bond Jadi Strategi Diversifikasi Pendanaan & Penguatan Rupiah Perbesar

Ricek.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana pemerintah menerbitkan panda bond sebagai salah satu strategi diversifikasi sumber pendanaan sekaligus upaya memperkuat nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.

Panda Bond adalah surat utang (obligasi) yang diterbitkan pemerintah Indonesia di pasar keuangan China menggunakan mata uang Renminbi atau Yuan. Instrumen ini dimanfaatkan untuk diversifikasi sumber pendanaan, mendapatkan bunga lebih murah, dan mengurangi ketergantungan pada Dolar Amerika Serikat (AS).

Menurut Menkeu, penerbitan panda bond dinilai efektif karena dapat mengurangi ketergantungan pemerintah terhadap pembiayaan berbasis Dolar Amerika Serikat (AS). Dengan memanfaatkan pasar keuangan China dan mata uang Yuan atau Renminbi, tekanan terhadap permintaan dolar AS dapat ditekan.

“Kalau kita lihat, panda bond akan merupakan diversifikasi yang baik dari sumber pendanaan kita. Bukan dari dolar AS saja, selain dolar AS ada juga dari Yuan atau Renminbi. Itu jelas akan menurunkan permintaan pemerintah terhadap dolar, sehingga tekanan ke rupiah bisa sedikit berkurang,” ujar Purbaya dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (16/5/2026).

Menkeu menjelaskan minat investor dan lembaga keuangan China terhadap instrumen tersebut cukup tinggi. Purbaya mengaku telah bertemu dengan sejumlah bank besar China seperti Industrial and Commercial Bank of China dan Bank of China yang menyatakan ketertarikannya membantu investasi maupun pembelian panda bond Indonesia.

Selain memperluas basis investor, panda bond juga menawarkan biaya pendanaan yang lebih murah. Purbaya menyebut yield panda bond berada di kisaran 2,3 persen, lebih rendah dibandingkan imbal hasil surat utang berbasis dolar AS.

“Yield-nya rendah, waktu itu sekitar 2,3 persen, hampir separuh dari bunga atau yield surat utang yang kita terbitkan dalam dolar. Saya pikir ini akan sangat menarik,” kata Menkeu.

Purbaya menilai pasar keuangan China yang besar menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk memperluas akses pembiayaan. Diversifikasi pasar pendanaan tersebut juga diharapkan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dalam jangka menengah.

Ia memastikan pemerintah akan terus menjalankan strategi penguatan pasar obligasi, termasuk menyiapkan instrumen tambahan yang dampaknya diklaim mulai terlihat dalam waktu dekat.

“Saya akan tetap jalankan bond market, ditambah nanti ada instrumen tambahan yang mungkin belum bisa diumumkan sekarang, tapi dampaknya akan kelihatan sekali minggu depan,” ujar Purbaya.

Sumber : infopublik.id

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Konsolidasi Nasional K-Gibran di Solo, Delegasi Kalsel Hadir dengan 14 Pengurus

31 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Riset Jadi Solusi Nyata, Presiden Ingin Karhutla Diatasi, Limbah Sawit Jadi Energi, Vaksin Malaria Dipercepat

27 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Menko Hilirisasi Sebut Pengurangan Ekspor Gas ke Singapura tidak Melanggar Kontrak

27 Oktober 2026 - 21:24 WIB

Pengangguran Turun ke 4,65 Persen, Pasar Kerja Indonesia Tunjukkan Tren Positif

27 Oktober 2026 - 21:21 WIB

Tangani Kejahatan Digital, Kemkomdigi Perkuat Sinergi dengan Polri

27 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Bea Cukai Amankan 25,88 Kilogram Emas Senilai Rp61,95 Miliar

27 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Trending di HUKUM