Menu

Mode Gelap
MV Hai Da Bawa 69 Korban Selamat KM Virgo Tiba di Banjarmasin KM Virgo Transport 8: 107 Selamat, 6 Meninggal, 136 Masih Dicari KM Virgo Transport 8, 103 Orang Telah Dievakuasi dari Perairan Laut Jawa Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, Bawa 243 Orang Viral Video IGD Puskesmas Sungai Ulin, Wali Kota Banjarbaru Jenguk Pasien di RSUD Ratu Zalecha

DAERAH · 1 Des 2025 22:14 WIB

Ikan Mirip Lohan Ditemukan di Waduk Riam Kanan, DKPP Libatkan BRIN


 Ikan Mirip Lohan Ditemukan di Waduk Riam Kanan, DKPP Libatkan BRIN Perbesar

Martapura, Ricek.ID — Dugaan keberadaan ikan mirip lohan di Waduk Riam Kanan semakin menguat setelah hasil pengamatan di lapangan menunjukkan kemiripan bentuk tubuh dengan morfologi ikan hias tersebut.

Penyuluh Perikanan Kecamatan Aranio, Ahmad Fauzi, menjadi pihak yang pertama menyampaikan identifikasi awal sebelum Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Banjar melakukan pengambilan sampel.

Menurut Fauzi, sejumlah ikan hasil tangkapan nelayan memiliki ciri fisik menyerupai lohan.

“Bentuk tubuh dan perilakunya mirip lohan, hanya warnanya lebih kusam karena hidup di alam, bukan di akuarium,” jelasnya.

Ia menyebutkan, ikan tersebut bersifat predator dan teritorial, serta mampu berkembang biak sepanjang tahun sehingga populasinya cepat meningkat dan mendominasi perairan.

“Anak ikan lokal seperti puyau, toman, nilem, dan gurame menjadi mangsanya,” ujarnya.

Fauzi menduga ikan itu bukan spesies asli Waduk Riam Kanan. Ia memperkirakan ikan tersebut berasal dari ikan hias yang dilepas warga puluhan tahun lalu dan kemudian berkembang tanpa kendali.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim DKPP Banjar turun ke lapangan pada Rabu (26/11/2025). Plt Kabid Perikanan Tangkap DKPP Banjar, Bandi Chairullah, membenarkan bahwa temuan sementara menunjukkan ciri yang menyerupai ikan lohan.

“Secara morfologi memang menyerupai lohan,” kata Bandi.

Namun, Bandi menegaskan bahwa penentuan jenis secara pasti membutuhkan kajian ilmiah. DKPP Banjar berencana berkoordinasi dengan BRIN, dinas provinsi, serta perguruan tinggi untuk memastikan asal-usul dan dampak ekologisnya.

“Penting memastikan apakah ini lohan asli, hibrid non-lokal, atau varian lain agar penanganannya tepat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak, termasuk DKP Kalsel, untuk merumuskan langkah strategis penanganan.

“Kehadiran ikan ini mempengaruhi hasil tangkapan nelayan karena bersifat agresif dan invasif, meski tidak memiliki nilai ekonomi,” tambahnya.

Analisis awal menunjukkan situasi yang perlu ditangani serius. DKPP Banjar menyiapkan langkah lanjutan berupa identifikasi ilmiah mendalam, penyusunan regulasi pelepasan ikan hias di perairan umum, edukasi bagi pemancing dan pembudidaya, serta pemantauan berkala populasi ikan.

“Kami mendorong semua pihak bekerja sama agar Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan spesies lokal terlindungi,” tegas Bandi.

Hingga kini, DKPP Banjar dan para penyuluh perikanan masih melakukan pemantauan lapangan serta menindaklanjuti laporan nelayan untuk memastikan identifikasi ikan dan dampaknya terhadap ekosistem waduk.

Pewarta: Rofhal Akwan

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Baca Lainnya

Jenguk Korban Kapal Virgo Transport 8 di Rumah Sakit, Gubernur Kalsel Perintahkan Percepat Pelayanan untuk Korban

14 September 2026 - 21:02 WIB

Fathul Jannah Muhidin Gaungkan Penguatan Posyandu 6 SPM & PAUD Ramah Anak

14 September 2026 - 20:57 WIB

Dorong Kehadiran Perpustakaan Desa, Fathul Jannah Ajak Kader Posyandu Giatkan Aktivitas Membaca

14 September 2026 - 20:52 WIB

Wagub Kalsel Hadiri Majelis Taklim Bulanan Ahbabul Musthofa & Peringatan Maulid Nabi Bersama Habib Syech

14 September 2026 - 20:49 WIB

Kapolres Tanah Laut Minta Personelnya Jaga Nama Baik Institusi & Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:38 WIB

Indocement Salurkan Bantuan Air Bersih di Tengah Musim Kemarau

14 September 2026 - 17:33 WIB

Trending di ADVERTORIAL