Menu

Mode Gelap
Kebakaran Hanguskan Dua Asrama Santri dan Empat Rumah di Martapura Timur, Puluhan Kamar Ludes Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan

ADVERTORIAL · 7 Jul 2026 18:08 WIB

Inflasi Masih Terkendali, Pemprov Kalsel Perkuat Koordinasi dengan Berbagai Pihak


 Inflasi Masih Terkendali, Pemprov Kalsel Perkuat Koordinasi dengan Berbagai Pihak Perbesar

Ricek.ID – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus perkuat upaya pengendalian inflasi melalui forum Obrolan Pagi Seputar Inflasi (OPSI) yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Kalsel, Badan Pusat Statistik (BPS), serta sejumlah satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.

Forum OPSI yang digelar di Banjarmasin pada Selasa (7/7/2026) ini menjadi wadah untuk menyamakan persepsi sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan laju inflasi di Kalsel melalui penguatan sinergi antarinstansi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, Muhammad Syarifuddin, menegaskan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor penting dalam menghadapi tantangan inflasi. Menurutnya, berbagai masukan yang diperoleh dari forum tersebut akan menjadi bahan dalam menyusun kebijakan pengendalian inflasi yang lebih efektif.

“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sangat baik. Banyak hal yang perlu kita lakukan bersama dalam rangka menekan inflasi, dan berbagai masukan dari seluruh stakeholder sangat bermanfaat,” ujarnya.

Syarifuddin berharap forum yang diinisiasi Bank Indonesia tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan agar koordinasi antarinstansi semakin kuat dan upaya pengendalian inflasi di Kalsel semakin optimal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, implementasi sejumlah kebijakan pusat di daerah masih menghadapi berbagai tantangan sehingga diperlukan koordinasi yang lebih intensif.

“Kadang-kadang terdapat kendala dalam menginterpretasikan kebijakan pusat yang diterapkan di daerah. Ke depan, kendala tersebut perlu terus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat agar upaya pengendalian inflasi dapat berjalan lebih efektif,” kata Syarifuddin.

Sementara itu, Kepala BPS Kalsel, Mukhammad Mukhanif, memastikan kondisi inflasi di Kalsel masih berada dalam kategori aman. Meski inflasi secara tahunan (year-on-year) pada Juni 2026 mencapai 4,47 persen atau tertinggi di Pulau Kalimantan, secara kumulatif periode Januari hingga Juni 2026 inflasi tercatat sebesar 2,22 persen sehingga masih dalam batas yang terkendali.

“Secara keseluruhan inflasi kita masih dalam kategori aman. Kita terus berupaya menjaga agar jangan sampai terjadi kenaikan yang terus-menerus pada harga-harga kebutuhan di lapangan,” ujarnya.

Mukhanif menjelaskan sejumlah komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, ikan papuyu, sektor transportasi, hingga emas. Untuk menjaga stabilitas harga, BPS bersama Pemprov Kalsel melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai langkah intervensi guna memastikan pasokan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.

Ia juga menyoroti tingginya minat masyarakat Kalsel dalam berinvestasi emas. Ia mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan diversifikasi investasi agar risiko dapat lebih terkelola.

“Harapan kami, masyarakat mulai melakukan diversifikasi investasi, jangan hanya emas. Bisa ke emas batangan atau saham, agar portofolio investasi lebih terjaga,” tuturnya.

Mukhanif juga mengajak masyarakat turut berperan dalam menjaga stabilitas inflasi dengan tidak melakukan panic buying atau memborong komoditas tertentu. Menurutnya, perilaku tersebut dapat mengganggu distribusi barang dan memicu kenaikan harga yang tidak wajar.

Sumber : MC Kalsel

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tingkatkan Kapasitas Kepemudaan, Disbudporapar Banjar Gelar Pelatihan Kepemimpinan bagi OKP

29 Juli 2026 - 18:44 WIB

Genjot Peningkatan PAD, Pemkab Banjar Evaluasi Pengelolaan Retribusi Daerah

29 Juli 2026 - 18:41 WIB

Perkuat Sinergi Lintas Sektoral, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama

29 Juli 2026 - 18:38 WIB

Duta Pepelingasih Kalsel 2026 Siap Jadi Agen Perubahan Pelestarian Lingkungan

29 Juli 2026 - 18:35 WIB

Dukung Program KDMP, Disbunnak Kalsel Perkuat Sektor Perkebunan & Peternakan Daerah

29 Juli 2026 - 18:33 WIB

Pemkab Banjar Sosialisasikan SP2D Online untuk Perkuat Digitalisasi

29 Juli 2026 - 17:40 WIB

Trending di ADVERTORIAL